Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari (Ning Ita) menyerahkan bantuan secara simbolis kepada perwakilan siswa berprestasi dan GTT/PTT di Pendopo Graha Praja Wijaya pada Rabu (18/12/2019).

IM.com – Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari membuktikan komitmennya untuk meningkatkan kesejahteraan guru dan kualitas pendidikan. Salah satunya dengan menambah honor kepada guru tidak tetap/pegawai tidak tetap (GTT/PTT) di sekolah madrasah dan menyuntik bantuan beasiswa bagi siswa/santri madrasah yang berprestasi.

Pemerintah Kota Mojokerto melalui Dinas Pendidikan memberikan bantuan honorarium sebesar Rp. 1.000.000 per bulan untuk Guru Tidak Tetap (GTT)/Pegawai Tidak Tetap (PTT) di jajaran Kementerian Agama yang mengajar/bertugas di RA-MI-MTs Kota Mojokerto.

Sedangkan bantuan beasiswa yang diberikan sebesar Rp 600.000 per bulan untuk setiap orang tanpa dipungut biaya apapun yang diberikan sejak semester 1 sampai dengan semester akhir (sarjana).

Selain itu, Pemkot juga menggelontorkan Bantuan Penyelenggaraan Pendidikan Diniyah Guru Swasta (BPPDGS) Madarasah Diniyah Wustho-Ula bagi siswa dan guru (BOP Madin) sebesar Rp 15.000 untuk setiap siswa/santri per bulan. Kemudian Rp. 25.000 per siswa untuk Santri/siswa Madarasah Diniyah Takmiliyah Wustho.


Sementara untuk ustadz/guru Madarasah Diniyah Takmiliyah Ula Dan Wustho diberikan bantuan sebesar Rp. 300.000,-per guru per bulan. Semua bantuan itu diberikan secara simbolis oleh Walikota Ika Puspitasari kepada perwakilan siswa berprestasi dan GTT/PTT di Pendopo Graha Praja Wijaya pada Rabu (18/12/2019).

Dalam pengarahannya, Ning Ita menyampaikan, pendidikan merupakan faktor penting bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

“Berbagai upaya pembangunan sumber daya manusia ini telah diupayakan oleh Pemerintah Kota Mojokerto yang antara lain melalui berbagai program pengentasan kemiskinan dan pemerataan kesempatan untuk memperoleh pendidikan hingga minimal tingkat SMA,” kata walikota yang akrab disapa Ning Ita.

Ning Ita menjelaskan bahwa BPPDGS sendiri merupakan program prioritas dan unggulan dari RPJMD Propinsi Jawa Timur 2014-2019. Program itu, lanjut Ning Ita, sebagai upaya Pemprov Jatim dan Pemkot Mojokerto untuk meningkatkan ketersediaan layanan pendidikan, memperluas keterjangkauan layanan pendidikan dan mutu serta relevansi layanan pendidikan.

“Tujuannya untuk mewujudkan kesetaraan dalam memperoleh layanan pendidikan. Sebagaimana tertuang dalam Peraturan Pemerintah RI nomor 48 tahun 2008 tentang Pendanaan Pendidikan,” jelas walikota.

Dengan adanya beasiswa, Ning Ita berharap dapat memberikan harapan kepada anak-anak di Kota Mojokerto, khususnya dari keluarga kurang mampu secara ekonomi, agar bisa terus semangat menempuh pendidikan hingga jenjang yang tinggi. Para siswa penerima beasiswa ini hendaknya bisa berprestasi, baik di bidang akademik maupun non-akademik, dapat meraih cita-citanya dan menjadi aktor yang akan mengangkat ekonomi diri dan keluarganya.

“Kepada para guru/pengajar/ ustad/ustadzah, saya berharap dengan bantuan ini dapat memotivasi untuk mengawal langkah anak-anak didiknya sehingga bisa mencetak generasi qur’ani yang tangguh, berdaya saing, mandiri dan bermartabat,” tambah Ning Ita.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Mojokerto, Amin Wachid menyampaikan terimakasih kepada Ning Ita atas atensi dan dukungannya dalam dunia pendidikan khususnya lembaga pendidikan dibawah naungan Kementerian Agama.

“Walikota Mojokerto telah mengalokasikan lebih dari 20% APBD untuk bidang pendidikan dan kesehatan karena tidak semua kabupaten/kota memberikan bantuan untuk Madrasah Diniyah dan GTT/PTT.”

Amin menyampaikan bahwa bantuan yang diberikan Pemerintah Kota Mojokerto adalah Rp 1.073.240.000,- dengan perincian beasiswa untuk 12 orang sebesar Rp 86.400.000. Untuk honorarium GTT/PTT Madrasah Swasta sebesar Rp 464.000.000. BOP Madin dari Propinsi dan APBD Kota Mojokerto masing-masing sebesar Rp 261.420.000. (*/im)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here