Ratusan bus dan kendaraan pribadi untuk memulangkan ribuan santri Ponpes Lirboyo, Kediri ke kampung halaman mereka di berbagai daerah, termasuk ratusan santri asal Kota/Kabupaten Mojokerto, Rabu (1/4/2020).

IM.com – Pondok Pesantren Lirboyo Kediri memulangkan ribuan santrinya ke kampung halaman mereka, Rabu (1/4/2020). Termasuk 182 santri asal Kota/Kabupaten Mojokerto yang langsung menjalani pemeriksaan kesehatan di Puskesmas Puri setibanya di Bumi Majapahit.

Secara total, ribuan santri Ponpes Lirboyo yang berasal dari berbagai daerah dipulangkan ke kampung halaman mereka dengan menggunakan 200 bus, 19 bus mini, 94 Elf dan 70 mobil pribadi. Adapun ratusan santri (119 putera dan 53 puteri) asal Mojokerto diantar dengan 2 bus, 8 Elf dan satu kendaraan pribadi.

Mereka tiba di Puskesmas Puri untuk menjalani pemeriksaan kesehatan sekitar pukul 09.30 WIB. Pemeriksaan kesehatan ini sesuai protokol penanganan Covid-19.

“Jadi para santri yang datang, kita minta tetap berada di dalam kendaraan. Pemeriksaan kesehatan ini wajib dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran Virus Corona sebelum mereka pulang ke daerahnya masing-masing,” kata Kepala Puskesmas Puri Retno Dhanarwarih.


Langkah antisipasi wabah virus corona terhadap para santri ini cukup ketat. Sebelum dipulangkan dari Ponpes Lirboyo, para santri juga harus menjalani pemeriksaan kesehatan terlebih dulu.

“Sebelumnya para santri ini sudah dikarantina dan pemeriksaan kesehatan oleh pihak Rumah Sakit dari Ponpes Lirboyo yang diperkuat dengan surat hasil pemeriksaan kesehatan,” ungkap Retno.

Namun Retno menerangkan, prosedur pemeriksaan yang dilakukan Puskesmas Puri tak terlalu rumit. Petugas medis puskesmas hanya suhu badan para santri dengan Thermo Gun (Thermometer Digital Infrared Non- contact Gun).

“Kami (Petugas Puskesmas) memeriksa dan memberikan edukasi dan meminta para santri tetap berada di rumah,” tuturnya.

Jika semua dalam kondisi normal (suhu badan tidak melebihi 38 derajat celcius), pihak keluarga baru diperkenankan menjemput mereka untuk pulang ke rumah masing-masing.

“Kalau ada yang suhu badannya melebihi 38 derajat dan menunjukkan gejala batuk dan pilek akan didata oleh petugas. Penangannya akan diserahkan ke puskesmas di wilayah tempat tinggalnya,” jelas Retno. (im)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here