Petugas yang memakamkan jenazah Covid-19 di Mojokerto melakukan mogok kerja karena tidak diberi biaya operasional sejak empat bulan lalu.

IM.com – Relawan pemakaman jenazah Covid-19 di Mojokerto sudah dua pekan ini melakukan mogok kerja. Alasannya, mereka tidak menerima biaya operasional sebesar Rp 100 ribu per orang untuk setiap pemulasaraan sejak April 2020.

Uang operasional digunakan untuk kebutuhan BBM kendaraan, makan dan kebutuhan lainnya. Sebelum melakukan mogok kerja, para petugas yang berasal dari relawan dan personel Palang Merah Indonesia (PMI) itu harus mengeluarkan dna pribadi untuk membiayai semua kebutuhan itu.

“Kami hentikan aktivitas karena benar-benar kehabiasan biaya operasioanl,” kata salah satu relawan TNI Kabupaten Mojokerto, Didik Sudarsono, Rabu (26/8/2020).

Mereka tak mau lagi melakukan pekerjaannya jika ada pasien Covid-19 yang meninggal dunia. Padahal, setiap hari para relawan memakamkan setidaknya tiga hingga lima jenazah.

Sekretaris Dinkes Kabupaten Mojokerto, Ulum Rohmat Rohmawan, mengatakan memastikan dana tersebut cair pada pekan ini. Saat ini, anggaran operasional yang diajukan oleh relawan masih dalam proses verifikasi.

“Itu sudah menjadi prosedur dan protap yang harus dilalui karena terkait dengan SPJ dan lain-lain,” katanya. (im)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here