Kapolres Mojokerto AKBP Dony Alexander meresmikan Tim Relawan penegakan disiplin protokol kesehatan Covid-19 di lapangan Apel Polres Mojokerto, Jalan Gajah Mada, Mojosari, Senin (21/9/2020).

IM.com – Polres Mojokerto membentuk tim relawan penegakan protokol kesehatan Covid-19. Tim ini bertugas membantu penegak hukum untuk mendisiplinkan masyarakat yang tidak menerapkan protokol kesehatan ketika beraktivitas di luar rumah.

Tim relawan penegakan protokol kesehatan diresmikan langsung oleh Kapolres Mojokerto AKBP Dony Alexander di lapangan Apel Polres Mojokerto, Jalan Gajah Mada No. 99, Mojosari, Senin (21/9/2020). Menurut Kapolres, masih tingginya angka penyebaran Covid-19 salah satunya disebabkan perilaku masyarakat yang tidak disiplin mematuhi protokol kesehatan.

“Banyak yang masih enggan menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah dan menjaga jarak. Pelaku usaha atau fasilitas umum juga tidak menyiapkan sarana cuci tangan. Ini yang menjadi tanggung jawab bersama, termasuk Tim Relawan yang saat ini telah terbentuk untuk berperan aktif menegakkan protokol kesehatan,” tandas AKBP Dony Alexander.

Sebagai catatan, angka penyebaran Covid 19 di Kabupaten Mojokerto hingga Senin (21/9/2020) mencapai 745 kasus. Dari jumlah itu, 606 orang dinyatakan sembuh, 28 pasien meninggal dan 109 lainnya masih dalam perawatan.

“Saat ini kita sudah memasuki tahapan Pilkada serentak 2020 yang akan dilaksanakan pada tanggal 9 Desember 2020 di tengah pandemi Covid-19. Ini akan menjadi cacatan sejarah, sukses atau tidaknya pesta demokrasi ini sangat tergantung kepada semua pihak yang terlibat langsung maupun tidak,” terang Kapolres.

Kapolres berharap kepada KPU, Bawaslu dan seluruh jajaran TNI maupun POLRI beserta komponen masyarakat yang terlibat dalam pilkada dapat melaksanakan tugas dengan penuh dedikasi dan tanggung jawab. Pihaknya juga meminta relawan penegakan protokol kesehatan Covid-19 untuk selalu bersinergi dengan TNI dan penyelenggara pemilu dalam rangka mensukseskan Pilkada serentak Kabupaten Mojokerto 9 Desember mendatang.

“Tim Relawan harus mampu untuk mendewasakan masyarakat dalam berdemokrasi sehingga tidak mudah terprovokasi dengan isu-isu dan berita bohong atau hoaks yang beredar dan menimbulkan keresahan,” tegasnya.

Mantan Kapolresta Malang ini mengatakan, relawan akan bersinergi dengan unsur TNI/Polri hingga di tingkat desa/kelurahan menjaga stabillitas keamanan dalam penyelenggaraan Pilkada serentak 2020. Kapolres menyakini bahwa unsur Babinsa dan Bhabinkamtibmas serta perangkat pemerintahan pada tingkat desa/kelurahan paling memahami situasi massa akar rumput. (im)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here