Ketua DPRD Kota Mojokerto Sunarto saat menggelar reses dan berdialog dengan warga di Jalan Nangka, Perumahan Magersari Indah, Selasa (8/9/2020).

IM.com – Anggota DPRD Kota Mojokerto telah memasuki masa reses. Pada reses ketiga tahun 2020 ini, dewan menjaring banyak aspirasi mayarakat di daerah pemiliihannya, antara lain terkait pembenahan saluran air (drainase) untuk menghadapi musim penghujan yang sebentar lagi tiba.

Salah satu legislator yang menampung aspirasi masalah drainase ialah Ketua DPRD Kota Mojokerto Sunarto saat berdialog dengan warga di Jalan Nangka, Perumahan Magersari Indah, Selasa (8/9/2020). Disebutkan bahwa, saluran air di Jalan Residen Pamuji perlu dinormalisasi karena airnya kerap meluap saat musim hujan.

“Ada beberapa warga meminta untuk melakukan pembenahan tentang masalah drainase karena musim penghujan akan tiba. Itu untuk mengantisipasi banjir,” kata Itok, sapaan karib politisi PDI Perjuangan ini.

Menurut itok, drainase di Jalan Residen Pamuji memang perlu dinormalisasi. Hal ini berkaca pada peristiwa banjir yang melanda kawasan tersebut di awal tahun 2020 lalu.

“Pasti akan kita akan respons aspirasi itu,” tandas Itok.

Selain persoalan drainase, lanjut Itok, ada juga warga yang meminta diberikan pelatihan untuk kalangan ibu rumah tangga. Kegiatan itu dimaksudkan agar para perempuan memiliki keterampilan yang dapat  membantu keluarganya untuk memperoleh penghasilan tambahan.

“Apalagi di nuansa pandemi Covid-19 banyak keluarga terkena dampak ekonominya,” tuturt Itok.

Terpisah, Wakil ketua DPRD Kota Mojokerto Junaedi Malik menggelar giat reses atau serap aspirasi masyarakat di Jalan Empu Gandring, Kedundung. Kegiatan ini dihadiri anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, Masduki serta beberapa tokoh masyarakat.

Dalam kesempatan tatap muka dengan warga, Junaedi mengaku mendapat banyak pertanyaan seputar program pembangunan yang berasal dari Pokok Pikiran (Pikir) DPRD Tahun 2020. Menurutnya, sejumlah anggaran telah di-refocusing untuk penanganan pandemi Covid-19, sehingga beberapa program kegiatan yang dialokasikan dari Pokir dewan tidak bisa terlaksana.

“Namun ada kegiatan yang terlaksana dan ada juga terpending dan juga program yang terlaksana kita kawal, di masukan perubahan anggaran bisa dilanjutkan realisasi, terutama sudah memenuhi persyaratan dilapangan secara status clear and clean”, tutur politisi PKB itu. (adv/im)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here