Pianis terkenal tanah air, Ananda Sukarlan memecahkan rekor MURI lewat konser daring di pelataran Candi Bajang Ratu, Trowulan Mojokerto, Sabtu (3/10/2020).

IM.com – Rekor MURI kembali tercipta di Bumi Majapahit. Adalah Ananda Sukarlan, maestro komponis dan pianis Indonesia yang meraih rekor melalui pagelaran konser virtual di pelataran Candi Bajangratu, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Sabtu (3/10/2020) siang.

Konser piano digelar di pelataran candi bajang ratu. Piano yang tercatat dalam rekor Muri Indonesia itu diletakkan di sebelah pintu masuk candi.

Sederet aransemen musik mengalun lewat nada piano merdu yang dimainkan Ananda Sukarlan. Antara lain Rapsodia Nusantara Nomor 1-21, karya populer pianis berusia 52 tahun tersebut.

Dalam konser yang disiarkan daring ini, Ananda memakai piano bernama ‘Sjuman+Renanda SR1928 The Awakening Concert Grand Piano’. Piano ini merupakan karya pertama anak negeri.

Piano yang terbuat dari elemen kayu Indonesia seperti Macassar Ebony veneer terlihat megah dengan latar belakang belakang Candi Bajang Ratu. Butuh waktu sekitar dua tahun dengan proses yang rumit untuk menyelesaikan alat musik ketuk ini.

Bagi Ananda, konser keliling di tempat eksotis dan bersejarah sepert ini merupakan yang kedua. Pada konser pertama, Pendiri Yayasan Musik Sastra Indonesia (YMSI), itu menggelarnya di Candi Prambanan, Klaten, Jawa Tengah.

“Kali ini, kita juga menggelar serentak di tiga candi peninggalan Kerajaan Majapahit. Yaitu di Candi Bajangratu, Candi Wringin Lawang dan Candi Tikus,” tutur Ananda.

Ia menjelaskan, objek-objek wisata percandian dipilih sebagai tempat konser. Tujuannya untuk memperkenalkan kekayaan budaya nusantara ke manca negara.

“Kita selaraskan dengan tema konser kita yakni ‘The Birth of Nusantara’. Artinya, melalui konser ini kita ingin menciptakan harmonisasi alam yang menyatu dengan sentuhan alunan ketukan melodi Rapsodia Nusantara,” terang Ananda.

Dalam konser kali ini, Ananda menggandeng sejumlah pianis berbakat nasional seperti, dua orang pemenang ASA 2016 Ayunia Indri Saputro dan Gabriella Prisca Handoko serta Kompetisi Tembang Puitik Ananda Sukarlan, soprano Mariska Setiawan.

“Kebetulan kuliah mereka di luar negeri sedang libur akibat pandemi Covid -19, jadi mereka bisa kita ajak kolaborasi dalam konser budaya kali ini,” jelasnya.

Tujuan ini diamini pemilik piano Saniharto Enggalharjo. Menurutnya, konser di tiga lokasi candi peninggalan Majapahit ini tidak untuk kepentingan bisnis atau komersil.

Kendati, konser dengan Piano selalu identik dengan pecinta musik kalangan ekonomi kelas atas. Apalagi, diakui Saniharto, nilai rupiah piano miliknya seharga Rp 2,5 miliar.

Presiden Direktur PT Saniharto Enggalharjo ini menerangkan, alat musiknya yang digunakan dalam konser ini memiliki. seharga

“Piano ini panjangnya 3 meter 10 cm, dengan lebar 2 meter 10 cm, dan tinggi 1 meter 10 cm. Teknik mekanik pemukul senarnya menggunakan teknologi baru yaitu Epoxy Carbon Fiber. Senarnya sendiri memakai teknologi Nickel Plated Finish rupanya tahan korosi dan memberikan efek warna ‘silver’,” ungkapnya. (im)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here