Kapolresta Mojokerto AKBP Deddy Supriadi dan Wali Kota Mojokerto dalam acara Acara Cangkru’an Diskusi Masyarakat (Candimas) bertema 'Guyub Rukun Dukung Protokol Kesehatan agar Tetap Berkegiatan dari Kota Mojokerto untuk Jatim Bangkit' di Rumah Rakyat, Jalan Hayam Wuruk Nomor 50 Kota Mojokerto. Selasa (19/01/21).

IM.com – Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Mojokerto menggelar diskusi dengan format adat masyarakat Jawa Timuran ‘Cangkruan’ untuk membahas penanganan Covid-19. Dalam acara itu, para petinggi di Bumi Majapahit bertukar pikiran dan menerima aspirasi dari berbagai elemen masyarakat.

Acara Cangkru’an Diskusi Masyarakat (Candimas) ini mengambil tema ‘Guyub Rukun Dukung Protokol Kesehatan agar Tetap Berkegiatan dari Kota Mojokerto untuk Jatim Bangkit’. Kegiatan ini dilaksanakan di Rumah Rakyat, Jalan Hayam Wuruk Nomor 50 Kota Mojokerto. Selasa (19/01/21).

“Budaya Jawa Timur yakni cangkruan dilakukan untuk menjalin komunikasi yang baik. Apalagi saat ini Mojokerto Zona merah penyebaran Covid-19,” kata Kapolresta Mojokerto, AKBP Deddy Supriadi.

Kota Mojokerto pada tanggal 11 Januari 2021 lalu, menjadi zona merah (resiko tinggi) penyebaran Covid-19 sehingga forkopimda Kota Mojokerto menggelar rapat koordinasi (rakor) terkait pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Hasil rakor diputuskan tanggal 15 Januari 2021 diberlakukan PPKM.

“Sehingga dalam Operasi Yustisi dan PPKM menggelorakan 5M. Kita harus bersadar diri dan memahami, semoga tidak sampai tanggal 28 Januari 2021 mendatang PPKM sudah berakhir. Polresta Mojokerto bersama Kodim 0815 Mojokerto siap memberikan pengamanan saat vaksinasi,” ujarnya.

Para pimpinan intitusi daerah hadir dalam kegiatan ini antara lain, Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari, Dandim 0815 Mojokerto Letkol Inf Dwi Mawan Sutanto, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kota Mojokerto Johan Iswahyudi, Kepala Bidang Pelayanan dan Sumber Daya Kesehatan, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Mojokerto drg Citra Mayangsari.

Turut hadir pula Kepala Dinas Informasi dan Komunikasi (Diskominfo) Kota Mojokerto Gaguk Tri Prasetya, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Mojokerto Hariyana Dodik Murtono, PJU Polresta Mojokerto, Forkopimcam Magersari, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Magersari.

Paguyuban Pedagang Kaki Lima (PKL) Kecamatan Magersari, LPM Kecamatan Magersari, Perkumpulan Pedagang Pasar Benteng Pancasila, Lurah se-Kecamatan Magersari, Pengurus Cabang Nadhatul Ulama (PCNU) Kecamatan Magersari, Muhammadyah Kecamatan Magersari.

Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan, Sekretariat Daerah Kota Mojokerto Hatta Amrulloh sebagai moderator acara. Candimas sendiri digelar di Rumah Rakyat Kota Mojokerto di Jalan Hayam Wuruk Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto.

Dandim 0815 Mojokerto, Letkol Inf Dwi Mawan Sutanto mengatakan, adanya kabar hoax yang tersebar di masyarakat terkait vaksinasi yang akan dilakukan pemerintah diharapkan masyarakat bisa membantu.

“Yakni dengan menyebarkan berita-berita positif terkait usaha pemerintah untuk menangani pandemi Covid-19,” ungkapnya.

Terkait cuaca yang tidak tentu, lanjut Dandim, masyarakat diminta untuk menjaga alam. Dandim pun menghimbau agar peserta acara Candimas dan masyarakat Mojokerto tidak lupa bahagia agar bisa meningkatkan imun di masa pandemi Covid-19.

Sementara itu, Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari mengapresiasi, inisiasi Kapolresta Mojokerto dengan melaksanakan Candimas untuk pertama kali di Rumah Rakyat. “Media inilah yang dapat memecahkan permasalahan yang ada di Kota Mojokerto dalam menangani PPKM,” tuturnya.

Biasa disapa Ning Ita, mengapresiasi jajaran Satgas Percepatan Penangangan Covid-19 Kota Mojokerto yang sudah bekerja keras. PPKM digelar berdasarkan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) dan ditindaklanjuti Provinsi Jatim dengan Surat Edaran terkait kenaikan angka yang terpapar Covid-19.

“Dari 6 rumah sakit yang ada di Kota Mojokerto sudah terisi penuh sehingga kita melaksanakan PPKM. Untuk vaksin, Kota Mojokerto akan mendapatkan vaksin secara bertahap, untuk tahap 1 untuk tenaga kesehatan, petugas pelayanan publik dan para guru,” Ning Ita. (im)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here