Petugas memasang sketsa wajah pelaku pembunuhan terapis pijat Berkah, Desa Mlirip, Kecamatan Jetis, Mojokerto di tempat umum.

IM.com – Setelah menyebarkan sketsa wajah, polisi akhirnya berhasil mengidentifikasi identitas pelaku pembunuhan Santi (35), terapis pijat Berkah Jalan Raya Mlirip, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto. Pria yang menjadi buronan selama tiga pekan itu diidentifikasi merupakan warga Kabupaten Jombang.

Identitas pelaku disimpulkan dari keterangan para saksi dan berbagai informasi yang dihimpun petugas. (Baca: Dicari, Pelaku Pembacokan Terapis Pijat Jetis, Ini Ciri-Cirinya).

Hal ini setelah Polresta Mojokerto menyebar ribuan sketsa wajah pria misterius yang kabui mengendari motor Honda Beat warna hitam usai menghabisi nyawa korban asal Lohceret, Kabupaten Nganjuk pada Kamis (4/2/2021) lalu. (Baca: Kabur Telanjang, Polisi Buru Pembacok Terapis Panti Pijat di Jetis).

“Identitas terduga (pelaku) sudah kami kantongi, berasal dari Jombang,” kata Kasat Reskrim Polres Mojokerto Kota AKP Rohmawati Lailah, Kamis (18/2/2021).


Hanya, pihaknya belum bisa membeber detil identitas pelaku. Pasalnya, sampai saat ini polisi masih melacak keberadaannya.

“Kami masih melakukan pengejaran yang bersangkutan,” ujar Lailah.

Berdasar hasil penyelidikan,  pelaku penganiayaan yang menyebabkan tewasnya terapis Santi dan melukai seorang perempuan lain bernama Tatik (43) merupakan pelanggan panti Pijat Berkah.

Dua perempuan yang bekerja di Panti Pijat Berkah ditemukan tergeletak bersimbah darah di tempat pijat Berkah, di Dusun/Desa Mlirip, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto, Kamis (4/2/2021) lalu. Satu korban tewas akibat luka tusuk, yakni Santi yang diketahui berstatus janda asal Lohceret, Kabupaten Nganjuk.

Sementara Tatik  (47), warga asal Sidorejo, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto mengalami luka di bagian telinga dan telah dilarikan ke rumah sakit.  Terdapat luka sedalam 14 cm di bagian leher kiri hingga tembus ke tenggorokan. Sementara Tatik mengalami luka pada bagian telinga sebelah kiri yang juga disebabkan sabetan pisau.

Motif pelaku membacok terapis panti pijat Berkah hingga tewas diduga karena dicerca korban ketika dirinya tidak mau membayar ongkos jasa pijat. Cercaan korban menyebabkan pelaku gelap mata hingga menganiaya korban Santi (35) dan Tatik (48).

“Korban marah dan berujung penganiayaan hingga tewas. Itu dugaan awal kami, untuk kesimpulannya kami akan menunggu pelaku tertangkap,” kata Kapolres Kota Mojokerto AKBP Deddy Supriadi, Jumat (5/2/2021). (im)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here