Sketsa wajah pelaku penganiyaan yang mengakibatkan terapis Panti Pijat Berkah di Desa Mlirip, Kecamatan Jetis, meninggal dunia dan melukai seorang perempuan lain.

IM.com – Pelaku pembunuhan terapis pijat Berkah di Desa Mlirip, Kecamatan Jetis yang kabur usai membacok dua orang pada Kamis (4/1/2021) lalu masih menjadi buronan polisi. Polres Kota Mojokerto telah menyebarkan sketsa wajah pelaku pada hari ketujuh pengejaran, Kamis (11/2/20210).

Kapolresta Mojokerto AKBP Deddy Supriadi mengatakan, sketsa wajah pelaku itu dibuat berdasar keterangan saksi mata dan tangkapan visual kamera CCTV. Hasilnya pada gambar yang dirilis kepolisian terlihat tersangka diindikasi berusia sekita memiliki ciri-ciri wajah berbentuk oval, kulit sawo matang, rambut ikal.

“Usianya antara 25 sampai 30 tahun, tinggi badan 165 cm, bertubuh kurus dan pada saat beraksi menggunakan sepeda motor Beat warna pink,” kata AKBP Deddy dalam konferensi pers di Mapolresta Mojokerto, Kamis (11/2/2021).

Deddy berharap jika ada masyarakat mengetahui atau mengenal pelaku dengan ciri-ciri yang saya sebutkan tadi, dapat menghubungi 0321-320677 atau Call Centre 110 atau Polsek terdekat.

“Kami akan menyebarkan atau menempelkan sketsa wajah ini di tempat keramaian seperti rumah makan, mal, halte, stasiun, terminal dan juga angkutan umum seperti angkot,” tuturnya.

Seorang terapis dan karyawan panti pijat Berkah di Desa Mlirip, Kecamatan Jetis, Mojokerto, mengalami penganiayaan di tempat kerja mereka pada Kamis (4/2/2021). Pelaku yang tak lain adalah pelanggan menyabetkan golok kepada mereka karena tak mau membayar ongkos jasa pijat.

Akibat pembacokan itu, korban Santi alias Ida (40), tewas bersimbah darah dengan luka dibagian belakang leher. Dia adalah terapis asal Desa/Kecamatan Lohceret, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur.

Sedangkan satu orang  lain, Tatik (46), seorang tenaga masak katering warga Desa Sidorejo, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto, mengalami luka sabetan di bagian belakang telinga. (Baca: Kabur Telanjang, Polisi Buru Pembacok Terapis Panti Pijat di Jetis).

Usai melakukan penganiayaan, pelaku bergegas kabur dengan kondisi belum memakai baju atau bertelanjang dada. Ia kabur mengendarai sepeda motor Honda Beat ke arah timur (Mojokerto-Surabaya). (Baca: Polisi Ungkap Motif dan Ciri Pembacok Terapis Panti Pijat di Jetis).

Kapolresta mengakui, penyelidik masih menemukan kesulitan melacak identitas dan keberadaan pelaku hingga hari ketujuh pasca peristiwa pembacokan terapis dan karyawan Pijat Berkah. Ia menyebutkan, pihaknya sudah memeriksa lima orang saksi terkait dengan kejadian di TKP.

“Kami juga mendapatkan dukungan dari masyarakat yang mempunyai sarana CCTV yang ada di sekitar TKP untuk mengenal wajah daripada pelaku,” ujarnya. (im)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here