Wakil Bupati Mojokerto Muhammad Albarra saat menemui sejumlah elemen lembaga swadaya masyarakat (LSM) di Rumah Pringgitan, Selasa (9/3/2021).

IM.com – Aktivitas pembelajaran tatap muka di Kabupaten Mojokerto masih menggantung. Pemerintah Kabupaten Mojokerto belum memutuskan kapan peeserta didik dapat kembali mengikuti kegiatan belajar konvensional di sekolah.

Padahal, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI telah mengizinkan daerah yang berstatus zona kuning untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka secara terbatas. Kabupaten Mojokerto diketahui termasuk dalam kategori daerah zona kuning penyebaran Covid-19.

Wakil Bupati Mojokerto Muhammad Albarra menyebutkan, rencana pembelajaran tatap muka baru akan dibahas usai penyuntikan vaksin bagi tenaga pendidik. Vaksinasi untuk guru sedianya digelar pada April 2021 nanti.

“Kita akan membahas jadwal anak-anak untuk sekolah tatap muka kalau guru sudah divaksin,” kata Muhammad Albarra, Selasa (9/3/2021).


Wabup yang akrab disapa Gus Barra ini menyampaikan, keputusan sekolah tatap muka menunggu tuntasnya proses vaksinasi ini untuk memastikan pengendalian Covdi-19 berjalan efektif.

“Nanti kita akan rapatkan terlebih dahulu setelah guru mendapatkan vaksin, baru bisa kita putuskan,” tukas Gus Barra.

Berbeda dengan Kabupaten Mojokerto, Pemerintah Kota Mojokerto sudah memperbolehkan pembelajaran tatap muka terbatas bagi siswa SD-SMP mulai 1 Maret 2021 lalu. Kendati, wilayahnya masih berstatus zona oranye. (im)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here