Emak-emak korban penipuan berkedok arisan fiktif melapor ke Mapolsek Ngoro, Jumat (21/5/2021).

IM.com – Penipuan berkedok arisan terjadi di Kabupaten Mojokerto. Pelaku ditaksir meraup uang Rp 1 miliar dari ratusan emak-emak yang terperdaya.

Dari informasi yang dihimpun, sedikitnya 200 orang tertipu arisan fiktif ini. Para korban melaporkan kasus ini ke polisi, Jumat (21/5/2021).

“Dia (terlapor) kabur tidak bertanggung jawab. Makanya kita sepakat melaporkannya ke polisi,” kata Jamiah di Mapolsek Ngoro.

Dari keterangan korban, pelaku adalah Tarmiati alias Mia (42), warga Desa Kembangsri, Kecamatan Ngoro, Mojokerto.  Mulanya, ibu dua anak itu menawarkan beragam paket arisan lebaran kepada emak-emak di Kecamatan Ngoro dengan  besaran iuran yang harus bervariasi yang dibayar tiap pekan.

Salah satu koordinator kelompok peserta, Jamiah (52), mengatakan, sejumlah paket arisan yang ditawarkan antara lain tabungan, paket kue, dan sembako dengan harga dengan investasi berkisar Rp 3 ribu sampai Rp 50 ribu. Ia mengaku penawaran tersebut cukup memikat sehingga banyak warga yang tergiur untuk ikut sejak tahun 2014 silam.

Namun, saat memasuki tahun ketujuh, para anggota arisan tak kunjung mendapat keuntungan dari investasinya. Hingga sebelum lebaran, Jamiah dan peserta arisan yang lain akhirnya menyadari telah tertipu ketika Mia tak kunjung mencairkan keuntungan kepada mereka dan kabur begitu saja.

“Anggota saya 103 orang ikut paket arisan kue dan tabungan. Total uang anggota yang dibawa kabur Bu Mia Rp 173 juta,” ungkapnya.

Pelaku Mia diketahui kabur dari rumah sebelum lebaran tiba, yakni pada 8 April 2021 lalu. Para korban pun melaporkan pelaku ke SPKT Polsek Ngoro dengan membawa bukti rekapan arisan dan buku tabungan.

“Dari hasil penyelidikan sementara jumlah korban sekitar 200 orang, tidak menutup kemungkinan jumlahnya bisa lebih,” kata Kasat Reskrim Polres Mojokerto AKP Tiksnarto Andaru Rahutomo.

Penyidik Satreskrim Polres Mojokerto masih terus mengumpulkan bukti dan meminta keterangan korban. Berdassar hasil penyelidikan, ratusan korban penipuan itu mengalami kerugian ditaksir lebih dari Rp 1 miliar.

“Bagi siapapun yang merasa menjadi korban jangan segan untuk melapor,” ujarnya.

Polisi masih memburu Mia yang diduga kabur ke Jawa Tengah. “Kami kerahkan tiga tim untuk mengejar pelaku,” tukas Andaru. (im)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here