Para guru dari 135 PAUD se-wilayah Kabupaten Mojokerto mengikuti Program Sehat Dengan Isi Piringku yag dieglar Danone Indonesia dan Pemkab Mojokerto secara daring.

IM.com – Danone Indonesia mendukung program pemerintah dalam pencegahan dan penanggulangan gizi buruk atau stunting. Perusahaan multi internasional itu menggelar pelatihan untuk guru-guru dari 135 PAUD se-wilayah Kabupaten Mojokerto.

Bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Mojokerto, kegiatan ini dibuka oleh Bupati Ikfina didampingi Sustainable Development Director Danone Indonesia Karyanto Wibowo. Mengusung tema Program Sehat Dengan Isi Piringku, pelatihan tersebut bertujuan memberikan pengetahuan, pemahaman, penyadaran dan peningkatan asupan makanan pada anak usia 4-6 tahun pada lembaga PAUD/TK.

Para tenaga pendidik diberi pemahaman terkait cara  membiasakan anak-anak usia 4-6 tahun untuk minum air putih 6 gelas per hari dan Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS). Pelaksanaannya tentu dengan menggunakan panduan Program Sehat Dengan Isi Piringku.

Program pelatihan membiasakan anak hidup sehat ini sangat penting mengingat pengetahuan dan kesadaran masyarakat di Kabupaten Mojokerto tentang pangan dan gizi masih kurang. Padahal pengetahuan tentang pangan dan gizi merupakan pengetahuan awal untuk dapat belajar hidup sehat.


Data menyebutkan, kekurangan gizi dapat terjadi pada anak-anak maupun orang dewasa. Hasil Riskesdas (Riset Kesehatan Dasar) tahun 2018 masih ditemukan sebesar 30,8 persen balita stunting. Meskipun angka tersebut sudah turun dibandingkan hasil Riskesdas tahun 2013 sebesar 37,2 persen.

“Saya merasa seperti Kembali ke habitat keilmuan saya, bisa bertemu dengan pendidik PAUD dan IGTKI Mojokerto untuk bercerita kepada anak-anak bahwa Empat Sehat Lima sempurna sudah tidak relevan lagi, tolak ukur pemenuhan gizi ada di pedoman Isi Piringku. Tidak cukup sampai disitu, pastikan juga konsumsi air 6 gelas sehari atau sesuai jenis kelamin, usia dan berat badan, Juga yang masih relevan dengan situasi pandemi, selalu lakukan Cuci Tangan Pakai Sabun atau CTPS,”  kata Bupati Ikfina.

Program Sehat dengan Isi Piringku sudah dimulai sejak 2019 lalu di Mojokerto. Danone Indonesia menggandeng NGO SPEKTRA (Studi dan Pemberdayaan Keswadayaan Rakyat) Surabaya sebagai mitra pelaksana Program. Kegiatan kali ini selain melibatkan HIMPAUDI dan IGTKI, juga menggandeng Muslimat NU dan Nasyi’atul Aisyiyah.

 “Mencegah stunting memang harus dilakukan oleh semua pihak, tidak hanya pemerintah, swasta, masyarakat dan pihak lain juga harus turut terlibat,” tutur Bupati.

 Kemitraan tersebut telah dilaksanakan sejak 2017, menyasar 281 PAUD, 1554 Guru, 9663 Siswa dan 14767 Orang tua. Daerah yang dijangkau di Jawa Timur meliputi Kabupaten  Mojokerto, Kota  Batu, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Probolinggo. Selain itu juga ada Bali, tepatnya di Kabupaten Badung Bali yang diluncurkan 2 minggu lalu.

Sustainable Development Director Danone Indonesia, Karyanto Wibowo mengatakan, kegiatan ini merupakan perwujudan dari visi Danone yaitu One Planet One Health yang meyakini kesehatan manusia dan kesehatan bumi saling terkait. Menurutnya, sebagai perusahaan yang ingin membawa kesehatan melalui makanan dan minuman ke sebanyak mungkin orang di seluruh dunia, Danone berkomitmen untuk akan terus berkontribusi untuk memberikan edukasi kepada masyarakat secara berkelanjutan mengenai pola makan dan hidup sehat.

“Kesehatan anak adalah investasi masa depan bangsa. Termasuk dengan cara mencegah stunting,” ucapnya.

Karyanto memaparkan, Indonesia masih menghadapi tingginya Isu stunting yaitu sebesar  27,67% pada tahun 2019. Angka tersebut  jauh lebih tinggi dibandingkan toleransi maksimal angka stunting yang ditetapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebesar 20%. Indonesia saat ini berada di peringkat 108 dari 132 negara-negara dengan stunting di dunia. Hal tersebut menjadi perhatian Pemerintah dan kita semua, pandemi dengan pemberlakuan PPKM darurat juga menjadi tantangan untuk tetap bisa melakukan upaya-upaya konkrit dalam pencegahan stunting

“Kondisi stunting adalah bagian dari siklus, kami meyakini edukasi dini tentang Isi Piringku bisa menjadi bagian dari solusi untuk memutus mata rantai stunting yang ada di Mojokerto. Harapan kami pengetahuan tentang hidup sehat ini bisa disebarkan seluas mungkin kepada masyarakat tentunya sebagai aksi bersama dari kita semua,” paparnya.

Salah satu peserta pelatihan Program Sehat dengan Isi Piringku, Anis Purwati mengaku sangat senang dengan adanya kegiatan tersebut. Sebab, melalui pelatihan ini dirinya mendapat banyak pengetahuan baru terkait pola hidup sehat.

“Kami mendapatkan modul buku prestasi dan boneka jari yang memudahkan pendekatan kepada anak-anak. Belajar sekaligus bermain menjadi proses yang seru,” ujarnya.

“Kami didampingi SPEKTRA juga dibekali pengetahuan tentang Sampahku Tanggung Jawabku, lalu materi digital lain seperti lagu isi piringku juga memudahkan kami di situasi pandemi yang mengharuskan pembelajaran daring,” tambah peserta dari PAUD Al Hidayah Mojokerto itu. (im)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here