Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati mengawasi proses pembersihan gulma eceng gondok di Sungai Balongkrai dan Sungai Watudakon, Desa Tempuran, Kecamatan Sooko, Minggu (14/11/2021) pagi.

IM.com – Pemerintah Kabupaten Mojokerto terus mengupayakan restorasi sungai. Hal ini bagian dari mitigasi bencana untuk menekan risiko bencana banjir.

Restorasi yang dilakukan salah satunya adalah membersihkan tanaman eceng gondok di sepanjang Sungai Balongkrai dan Sungai Watudakon, Desa Tempuran, Kecamatan Sooko, Minggu (14/11/2021) pagi. Kegiatan ini diawasi langsung oleh Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati didampingi Sekdakab Teguh Gunarko dan Plt. Kepala BPBD.

Ikfina mengatakan gulma eceng gondok, berpotensi menjadi penghambat aliran sungai. Struktur tanaman yang merambat dengan akar menancap kuat, harus dibabat dengan alat berat. Kondisi ini belum lagi ditambah ancaman sampah yang terbawa, saat sungai meluap akibat intensitas hujan tinggi.

“Setiap titik sungai yang alirannya terhambat, segera kita bersihkan. Tidak hanya eceng gondok, semua sampah-sampah yang jadi penyebab aliran sungai tidak lancar, langsung kita evakuasi,” kata Ikfina.


Bupati juga menginstruksikan agar kondisi sungai mendapat pengawasan secara intensif untuk menekan risiko kebencanaan. Sebab, tidak menutup kemungkinan tanaman gulma seperti eceng gondok yang tumbuh lagi akan menyebabkan permasalahan yang sama.

“Apalagi intensitas curah hujan cukup tinggi dampak dari La Nina,” tandasnya.

Ia juga memastikan bahwa seluruh tim akan terus melakukan mitigasi hingga tindak lanjut. Semua pemetaan bahkan sudah dilakukan sejak Oktober lalu.

“Intinya ada pada mitigasi, kecepatan, ketepatan dan koordinasi tindak lanjut. Sejak Oktober, kita sudah mulai nyicil titik-titik sungai yang langganan luapan. Tim juga sudah apel siaga bencana, serta menyiapkan semua alat-alatnya,” pungkasnya. (im)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here