Site Manager Wana Wisata Padusan, Furqon Mudzakkir.

IM.com  – Pengelola Kesatuan Bisnis Mandiri (KBM) Ecotourism Perum Perhutani Jatim akan mengevaluasi besaran tiket masuk wana wisata air panas Padusan, Pacet, Mojokerto yang dikeluhkan pengunjung karena terlalu mahal. Penertiban akan dilakukan khususnya terkait adanya pungutan parkir kendaraan yang diduga liar (pungli).

Site Manager Wana Wisata Padusan, Furqon Mudzakkir mengaku tidak mengetahui adanya penarikan parkir atau penitipan mobil sebesar Rp 20 ribu. Ia menegaskan akan mendalami dan mengevaluasi permasalahan ini.

“Segera kita evaluasi untuk kenyamanan pengunjung, mohon diberi waktu,” katanya, Kamis (5/5/2022).

Menurutnya, selama ini Perhutani bekerjasama dengan pihak swasta untuk penitipan kendaraan. Hanya saja ia tidak menampik jika ada perorangan atau kelompok yang berkepentingan untuk mencari keuntungan dari penitipan sepeda.


“Kan ada banyak kepentingan orang-orang disitu. Selama ini kita bekerja dengan pihak swasta untuk penitipan kendaraan. Di luar itu, memang ada orang yang menawarkan jasa penitipan dan menata parkir mobil,” ungkap dia.

Sebenarnya, jelas Furqon, perorangan atau kelompok dilarang memberikan dan membuka jasa penitipan kendaraan. Apalagi kalau sampai memaksa menarik bayaran dari pemilik kendaraan, maka penarikan itu bisa dikategorikan pungli.

“Tidak boleh, seharusnya memang harus dilakukan penertiban. Oleh karena itu kita akan evaluasi,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, tiket wisata Air Panas Padusan, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto kembali ramai menjadi perbincangan di media sosial (medsos). (Baca: Tiket Wisata Air Panas Padusan Pacet Kembali Viral karena Mahal, Hasil Sidak Wabup Menguap

Pasalnya, sejumlah pembayaran di tempat wisata tersebut dinilai masih mahal meski Wakil Bupati (Wabup) Mojokerto, Muhammad Al Barraa pernah melakukan inspeksi mendadak (sidak) pada 5 Januari 2022.

Saat itu pria yang akrab disapa Gus Barra melakukan sidak terkait dengan tarif pembayaran wisata air panas Padusan yang juga ramai diperbincangkan dan viral di medsos.

Perbincangan di medsos dimulai saat salah satu pengunjung mengeluhkan tiket masuk wisata tersebut di sebuah group facebook. Alhasil, netizen pun membanjiri komentar dengan mengeluhkan hal yang sama.

Mereka mengeluhkan penarikan pembayaran yang terlalu banyak. Di pintu gerbang kawasan wisata Padusan di tarik Rp 15 ribu per orang, parkir mobil Rp 20 ribu, dan belum termasuk tiket masuk tempat wisatanya. (cw)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here