Komandan Regu Damkar BPBD Kabupaten Mojokerto melepasliarkan Ular Sanca Kembang berukuran 4 meter dengan berat 50 kg yang kerap meresahkan warga Dusun Janti, Desa Wunut, Jatirejo ke hutan jati, wiayah setempat, Rabu (22/2/2022).

IM.com – Petugas BPBD Kabupaten Mojokerto melepasliarkan Ular Sanca Kembang berukuran panjang 4 meter yang kerap meneror warga di hutan Jati, Jatirejo, Kabupaten Mojokerto, Rabu (22/6/2022). Satwa berbobot sekitar 50 kilogram itu sebelumnya diamankan saat menyeberang di jalan Dusun Gempol, Desa Wunut, Kecamatan Mojoanyar, Selasa kemarin.

Komandan Regu Damkar BPBD Kabupaten Mojokerto Sukamto mengatakan, sesungguhnya sudah melihat Ular Sanca itu sejak lima hari lalu. Ular tersebut membuat cemas karena sering menampakkan wujudnya di area persawahan.

“Sudah terlihat sejak lima hari lalu. Tapi warga kan masih percaya mistis, jadi dibiarkan dulu, takut ada yang dimimpiin. Ternyata tidak ada, jadi menelpon kami,” kata Komandan Regu Damkar BPBD Kabupaten Mojokerto, Sukamto, Rabu (22/06/2022).

Petugas dibantu warga akhirnya mengamankan satwa liar itu sedang menyebrang di jalan desa pada Selasa (21/6/2022). “Langsung dimasukkan ke kandang ayam milik warga,” ungkap Sukamto.

Hari ini, petugas mengevakuasi ular dari kandang ayam dengan cukup susah payah sebelum dilepasliarkan ke hutan jati. Saat dievakuasi, hewan melata itu berusaha melawan dan melilit tangan petugas.

“Untuk beratnya diperkirakan sampai 50 kg, dan ular ini sudah ditangkap warga lima harian sebelum akhirnya kita evakuasi,” ujar Sukamto.

Usai dievakuasi ular dengan panjang hingga empat meter tersebut kemudian dimasukkan kedalam karung. Kemudian dirilis atau dilepas ke hutan oleh relawan untuk dikembalikan ke habitatnya lagi.

“Setelah dievakuasi, langsung kami serahkan relawan dan dirilis di kawasan hutan jati Jatirejo,” ucapnya.

Sukamto mengimbau warga agar tidak panik jika mendapati ular berukuran besar di desanya. Dia menyarankan agar masyarakat menghubungi petugas Damkar BPBD untuk menghindari konflik antara hewan dan manusia.

“Kita berupaya tidak terjadi konflik ular Sanca Kembang dengan manusia lebih baik di Resque jangan sampai membunuh hewan,” tuturnya.

Sebelumnya, salah satu warga, Asbani (55) mengakui ular Sanca itu sangat meresahkan masyarakat Desa Wunut. Pasalnya, satwa melata kerap memangsa ternak warga seperti ayam dan itik.

“Warga sini sudah resah, kami juga khawatir ular menyerang anak-anak,” terangnya.

Ia mengatakan, sebelum diamankan, ular itu terlihat di parit sebelah makam umum Dusun Janti, Desa Wunut pada Senin (20/6/2022) sekitar pukul 05.30 WIB.
Ia lantas meminta pertolongan warga Dusun Gempal untuk menangkap hewan reptil tersebut.

“Saat itu, posisi ular melingkar di dalam parit. Ukurannya sebesar tiang listrik,” ujarnya. (im)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini