Aksi kucing peliharaan Widiarti, warga Dusun/Desa Kepuhanyar, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto, bertarung melawan anak ular kobra.

IM.com – Teror ular kobra di wilayah Kabupaten Mojokerto semakin meluas dan meresahkan masyarakat. Baru-baru ini, gerakan ular kobra yang merayap di rumah salah seorang warga di Dusun/Desa Kepuhanyar, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto terekam kamera si pemilik rumah.

Rekaman video munculnya ular kobra di rumah Widiarti (43) itu sedang viral di media sosial. Hal itu lantaran rekaman itu mempertontonkan pergerakan ular kobra yang dihadang kucing peliharaannya Widiarti.

Dalam video itu, nampak si kucing berupaya keras menghadang ular kobra agar tidak masuk ke dalam rumah majikannya. Kejadian ini direkam oleh suami Widiarti pada Kamis (19/12/2019) sekira pukul 12.30 WIB.

“Kebetulan suami sedang berada di depan rumah. Melihat Si Putih -begitu panggilan kucing piaraannya, bertarung dengan ular kobra, spontan suami saya merekamnya,” cerita Widiarti.

Video berdurasi 1,34 menit itu mempertontonkan aksi si kucing dengan mengendap-endap berusaha membunuh seekor ular kobra yang tersudut di sebuah bangunan mirip pondasi rumah. Menggunakan kakinya, Si Putih terlihat gigih bertarung melawan hewan yang kemunculanya viral di berbagai media massa dan sosial.

“Alhamdullilah berkat Si Putih kami terhindar dari serangan ular kobra, ” lega Widiarti.

Widiarti (43) pemilik rumah menceritakan, ular kobra itu bukan hanya seekor dan sekali ini saja merayap di depan rumahnya. Melainkan sudah tiga hari ini selalu muncul. Jumlahnya ada tiga ekor anak ular kobra.

Dua ekor ular berhasil dibunuh oleh suami Widiarti. Sedangkan seekor lagi diusir kucing betina warna putih yang merupakan hewan piaraannya.

Lantas, apakah fenomena kemunculan ular kobra seperti di rumah Widiarti bisa dikatakan sebagai teror?

Sebenarnya ular bukan teroris jadi tidak meneror. Musim hujan saatnya telur-telur ular, termasuk kobra menetas. Seekor ular dapat bertelur 10-20 butir sekali waktu.

Musim kawin ular pada musim kemarau. Jika ada anak ular, itu hasil tetas 3-4 bulan lalu. Anakan ular itu kemudian mencari tempat untuk berlindung dan berburu makanan.

Namun, bukan di hutan yang mereka temukan. Habitat asli mereka sudah berubah menjadi pemukiman. Alhasil, ular-ular tersebut masuk ke rumah dan membuat warga ketakutan.

Jadi, sebaiknya masyarakat bisa hidup berdampingan dengan ular-ular ini. Salah satunya, dengan mengusahakan tidak membunuhnya dan merelokasi ular ketika memang sudah menimbulkan konflik dengan masyarakat.

Lantas apa yang harus dilakukan bila ada kemunculan ular kobra di sekitar rumah? Langkah pertama yang harus dilakukan adalah tidak membuat gerakan secara tiba-tiba. Setelah itu, usahakan untuk menghindari ular kobra atau melakukan kontak fisik. Cara paling mudah adalah dengan berjalan berlawanan arah.

Juga diimbau agar masyarakat tetap berhati – hati dan meningkatkan intensitas membersihkan lingkungan untuk mencegah ular kobra masuk ke permukiman. Langkah berikutnya, segera menghubungi petugas pemadam kebakaran bila melihat kemunculan ular kobra. (rei/im)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here