Ibu-ibu menampilkan tarian pada acara peluncuran Sekolah Orang Tua Hebat (SOTH) angkatan ke II dan Sekolah Lansia Tangguh (Selantang) angkatan I di Pendapa Graha Maja Tama (GMT), Pemerintah Kabupaten Mojokerto, Selasa (6/9/2022)

IM.com – Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati melaunching Sekolah Orang Tua Hebat (SOTH) angkatan ke II dan Sekolah Lansia Tangguh (Selantang) angkatan I. Tujuan program ini untuk meningkatkan akses dan kualitas pelayanan serta pemberdayaan keluarga.

Peluncuran SOTH angkatan II dan Selantang angkatan I digelar di Pendapa Graha Maja Tama (GMT), Pemerintah Kabupaten Mojokerto, Selasa (6/9/2022). Acara dihadiri Kepala Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga, BKKBN Jawa Timur, Suhartuti.

Launching ditandai dengan penyerahan paket modul pedoman SOTH dan Selantang yang diberikan langsung oleh Perwakilan BKKBN Provinsi Jatim, Suhartuti kepada Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati selaku pembina SOTH dan Selantang. Serta penyerahan 5 paket buku pembelajaran oleh Bupati Mojokerto untuk peserta SOTH dan Selantang.

Program buah inovasi dari Perwakilan BKKBN provinsi Jawa Timur akan dilangsungkan selama tiga bulan dari bulan September – November 2022 secara serentak, yang dilaksanakan di 5 desa wilayah SOTH dan Selantang, yang dibagi dalam 3 kelas SOTH dan 2 kelas Selantang. Untuk pelaksanaan SOTH dilakukan 13 pertemuan dalam 2 kali seminggu, selantang 6 bulan 12 pertemuan setiap minggu.


Ada tiga desa yang ditempati sekolah orang tua balita yakni Desa Gunungsari Kecamatan Dawarblandong yang diikuti 31 peserta, Desa Parengan Kecamatan Jetis diikuti 35 peserta dan Desa Balongmojo Kecamatan Puri diikuti 30 peserta. Sementara Selantang dilaksanakan di dua Desa Punggul Kecamatan Dlanggu yang diikuti 30 peserta dan Desa Ngingasrbyong Kecamatan Sooko diikuti 35 peserta. Semua lokasi pelaksanaan tersebut dilakukan di kantor desa masing-masing.

Bupati Ikfina berharap, para peserta SOTH bisa memaksimalkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya, Ikfina menyebut kesempatan ini merupakan hal yang langka dan terbatas.

“Ini harus bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya, menjadi siswa SOTH adalah bentuk pertanggungjawaban kita, supaya kita ini ketika menjadi orang tua betul-betul berdasarkan ilmu, tidak hanya menjalankan tugas dan fungsi orang tua berdasarkan insting,” ungkap Ikfina dalam sambutannya.

Sementara untuk para lansia yang nanti menjadi siswa Selantang ini, diharapkan bisa menjadi lansia yang sehat dan produktif

“Syarat menjadi lansia produktif hanya satu, yaitu sehat. Dengan lansia ini sehat maka akan menjadi lansia yang Mandiri dan produktif sehingga bisa mendapatkan kebahagiaan dan kesejahteraannya,” ucapnya.

Terpisah, Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur, Suhartuti mengatakan, saat ini problem besar di Indonesia yaitu tingginya angka stunting. Menurut Data SSGI Tahun 2021, stunting skala nasional mencapai 24,4 persen, stunting di Jatim masih di angka 23,5 persen. Di Kabupaten Mojokerto prevelensi stunting mencapai 27,4 persen. Target menurunkan prevelensi stunting di tahun 2024 menjadi 14 persen merupakan pekerjaan rumah yang tidak mudah. Diperlukan integrasi intervensi sensitif agar bisa menghasilkan hasil yang optimal.

“Saya yakin dibawah kepemimpinan Bupati Ikfina ini percepatan penurunan stuntingnya akan lebih cepat. Dan diharapkan 2024 itu maksimal 14 persen,” ungkapnya.

Disisi lain, Pada tahun 2045, lanjut Suhartuti, menurut proyeksi BPS jumlah penduduk lansia di Indonesia akan mencapai 1/5 (seperlima) dari total penduduk Indonesia. Pertumbuhan penduduk lansia di Indonesia berbanding terbalik dengan pertumbuhan balita yang semakin menurun.

“Berdasarkan sensus penduduk di jatim, jumlah lansiannya adalah 13,10 dibandingkan dengan jumlah penduduk yang ada. Dan di kabupaten Mojokerto ini 11,83 persen,” bebernya.

Masih Suhartuti, Besarnya penduduk lansia memang menjadi indikator positif keberhasilan pembangunan manusia. Yaitu menandakan peningkatan usia harapan hidup. Namun di lain sisi, Besarnya penduduk lansia menjadi beban.

“Karena banyak lansia yang tidak mempunyai jaminan hari tua sehingga menambah beban ekonomi keluarganya. Belum lagi masalah kesehatan lansia yang juga menjadi beban anak-anak mereka. Oleh sebab itu, Selantang sangat penting digelar untuk mencetak lansia yang sehat, mandiri, bahagia dan sejahtera,” terangnya.

Turut hadir dalam kesempatan kali ini, Ketua TP PKK Kabupaten Mojokerto, Shofiya Hanak Al-Barra, Plt Sekretaris DP2KBP2, Abdul Kholik, Camat dan kepala Desa di wilayah SOTH dan Selantang serta TP PKK Kecamatan dan Desa di wilayah SOTH dan Selantang. (im)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here