Bupati Ikfina Fahmawati menyapa dan berdialog dengan ibu-ibu yang memeluk anak balitanya dalam kegiatan SOTH di Balai Desa Parengan, Kecamatan Jetis, Jum'at (16/9/2022).

IM.com – Sekolah Orang Tua Hebat (SOTH) BKB angkatan kedua kembali dilaksanakan dengan sasaran ibu-ibu di Kecamatan Jetis, Dawarblandong dan Puri, Kabupaten Mojokerto. Para peserta mendapatkan materi ihwal konsep diri yang positif dan pengasuhan anak.

Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati menjadi pemateri dalam SOTH di Balai Desa Parengan, Kecamatan Jetis, Jum’at (16/9/2022) pagi. Kegiatan juga dihadiri oleh Kabid PPKS Susi Dwi Harini, Camat Jetis, Kepala Desa Jetis, serta ketua TP PKK Desa Parengan.

Sebanyak 35 peserta dari Desa Parengan seksama mendengarkan paparan dari bupati. Sementara 31 peserta dari Desa Gunungsari, Kecamatan Dawarblandong, dan 30 peserta dari Desa Balongmojo, Kecamatan Puri mengikuti SOTH secara virtual dari balai desa masing-masing.

Sebelum menyampaikan materinya, Ikfina menekankan, dalam mendidik anak, para orang tua harus mengerti bahwa sejatinya seorang anak adalah penyontoh yang sangat luar biasa. Sehingga sebetulnya anak-anak adalah cerminan dari orang tuanya.


Sebab, kemampuan anak balita dalam menerima nasehat dan petuah dirasa masih belum mampu maka dalam menerima didikan asuhan. Mereka lebih mudah dan cepat belajar dengan cara melihat dan meniru contoh dari sikap orang tuanya sendiri.

“Makanya ketika kita ini siap menjadi orang tua yang baik, ingin anak-anaknya baik maka mulailah dari diri kita sendiri,” paparnya.

Dimulai dari orang tua dalam memberikan contoh sikap dalam mendidik anak, Ikfina juga menyampaikan, ini menjadi suatu dasar dari konsep diri yang positif.

Terkait membahas konsep diri yang positif dalam mengasuh anak, Ia menuturkan, bagaimana cara orang tua melihat diri secara positif dan mengumpulkan ciri-ciri yang positif pada diri orang tua sebagai modal dalam pengasuhan anak yang dapat dijadikan contoh untuk anak-anak tersebut.

“Modalnya sederhana kita jadikan diri kita ini jadi contoh itu saja,” jelasnya.

Selain mengumpulkan hal-hal yang positif pada diri orang tua, Ikfina juga meminta agar hal yang negatif pada diri orang tua diganti dengan yang positif serta meminta masukan kepada orang lain supaya para orang bisa memperbaiki diri dan meningkatkan kemampuan dalam mengasuh anak.

“Maka kita akan punya konsep diri yang positif, karena kita butuh anak-anak kita nanti mendapatkan contoh yang terbaik dan contohnya itu adalah kita sendiri,” bebernya.

Orang nomor satu di Kabupaten Mojokerto juga mengatakan, pengasuhan adalah proses mendidik seorang anak dan harapan seluruh orang tua kedepannya anak bisa menjalankan peran sebagai hamba Tuhan yang bertaqwa, berakhlak mulia, ibadah sempurna, calon istri atau suami, calon ayah atau ibu, ahli dalam suatu bidang dan memiliki jiwa wirausaha, pendidik dalam keluarga, pengayom keluarga, serta orang yang bermanfaat bagi lingkungan keluarga dan masyarakat.

“Maka kuncinya mau tidak mau  kita harus benar menjadi contoh, teladan orang tua yang positif dan memberikan contoh sikap yang positif,” ujarnya.

Selain itu, dalam mengasuh anak Ikfina juga menjelaskan, terdapat 4 macam pola asuh anak yakni pola asuh otoriter, pola asuh permisif , pola asuh demokratis, serta pola asuh pembiaran.

Ia menilai, bahwa pola asuh demokratis menjadi yang paling baik karena dapat mewadahi anak dalam menghargai kepentingan kebutuhan anak.

Bupati Ikfina juga mewanti-wanti, agar para orang tua tidak memilih pola asuh pembiaran yang mengabaikan keberadaan anak, menurutnya sebagai orang tua tidak menjalankan fungsi dalam memberikan pengasuhan.

“kalau anak-anak ini dibiarkan dia akan tidak pernah merasa dihargai oleh orang lain,” ucapnya.

Selain itu, dalam berkomunikasi dan mengasuh anak, Ikfina juga mengatakan bahasa tubuh juga perlu ditumbuhkan dalam mendidik anak, serta memberikan penghargaan atas tingkah laku anak yang positif.

“Sehingga dia akan tahu kalau perilakunya itu positif, kalau dia diberikan penghargaan maka dia akan mengulanginya lagi, karena dapat pujian dari orang tuanya,” jelasnya.

Diakhir paparnya, Bupati Ikfina mengharapkan, para peserta yang hadir dapat menjadi orang tua yang hebat dan bisa menjadi contoh untuk anak-anaknya.

“Orang tua yang hebat adalah orang tua yang banyak memberikan pujian yang positif dan berani menghilangkan kata-kata negatif,” pungkasnya. (im)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here