Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati memberikan arahan dalam kegiatan pembinaan bunda PAUD desa se-Kecamatan Kutorejo, Selasa (22/11/2022) siang.

IM.com – Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati meminta seluruh bunda PAUD desa Se-Kecamatan Kutorejo membentuk kelompok kerja (Pokja). Langkah ini guna memudahkan koordinasi dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto, organisasi mitra, Profesional atau stakeholder lainnya dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

Arahan itu disampaikan Bupati Ikfina saat kegiatan pembinaan bunda PAUD desa se-Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto, Selasa (22/11/2022) siang. Ia merinci beberapa hal yang perlu dilakukan bunda PAUD desa untuk mewujudkan layanan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang berkualitas.

“Pertama kita melakukan kerja sama dengan berbagai lembaga dan organisasi, mengupayakan peningkatan mutu pendidik dan tenaga kependidikan anak usia dini. Selanjutnya, mengupayakan peningkatan kesejahteraan pendidik dan tenaga kependidikan melalui dana desa dan badan usaha lainnya yang tidak mengikat,” katanya.

Selain itu, lanjut Ikfina, perlu dilaksanakan pertemuan secara berkala dengan Kepala Satuan PAUD. Agenda ini untuk menyusun dan menyampaikan laporan program dan kegiatan bunda PAUD Desa/Kelurahan kepada bunda PAUD tingkat Kecamatan.


Upaya untuk mengembangkan anak usia dini, lanjut Ikfina, perlu dilakukan pemenuhan kebutuhan esensial anak yang beragam dan saling  terkait secara simultan, sistematis, dan terintegrasi. Seperti, kesehatan dan gizi, rangsangan pendidikan, pembinaan moral dan emosional, serta pengasuhan.

“Bahwa pengembangan anak usia dini holistik integratif adalah upaya untuk pemenuhan kebutuhan esensial anak secara simultan, sistematis, dan terintegrasi. Ada empat yaitu, kesehatan dan gizi, rangsangan pendidikan, pembinaan moral emosional, dan terakhir pengasuhan,” jelasnya.

Selain itu, upaya untuk melaksanakan PAUD-HI perlu dilakukan pemantauan dan pelayanan terhadap kesehatan, gizi, dan perawatan pada anak usia dini di Posyandu. Tak hanya itu, juga perlu dilaksanakan pengasuhan oleh Bina Keluarga Balita (BKB).

“Makannya nanti gurunya akan kita latih untuk menjadi kader Posyandu. Kita kasih timbangan, alat ukur tinggi badan, termasuk juga kita kasih untuk mengukur visusnya, kita ajarkan bagaimana cara mengukurnya dan bagaimana melaporkannya melalui aplikasi,” bebernya.

Agar program peningkatan serta penguatan layanan PAUD-HI di Kabupaten Mojokerto dapat berjalan sukses. Bupati perempuan pertama di Kabupaten Mojokerto itu menyebut beberapa target yang harus dicapai yakni  anak usia dini di Kabupaten Mojokerto mendapatkan layanan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) secara 100 persen. Berikutnya, 70 persen PAUD di Kabupaten Mojokerto mengembangkan PAUD-HI sampai tahun 2024.

“Kemudian, 90 persen desa/kelurahan yang memiliki guru PAUD sudah mendapatkan pelatihan tentang pengasuhan stimulasi dalam penanganan stunting di tahun 2024,” pungkasnya.

Setelah memberikan pembinaan kepada seluruh bunda PAUD desa se-Kecamatan Kutorejo, Bupati Ikfina melanjutkan pembinaan ke Kecamatan Mojosari. Dalam kesempatan itu dihadiri Camat Kutorejo, Ketua bunda PAUD Kecamatan Kutorejo, serta Forkopimca Kutorejo. (im)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here