Ibu-ibu Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Mojokerto tampak antusias mengikuti pelatihan dan lomba merangkai aksesoris hijab konektor dan bros dalam rangka HUT DWP Kabupaten Mojokerto ke-23 tahun 2022.

IM.com – Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati meminta para Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Mojokerto agar bisa beradaptasi di era digital saat ini. Ibu-ibu harus bisa memanfaatkan kemajuan teknologi untuk memperkuat ketahanan keluarga.

Hal itu disampaikan Bupati Ikfina saat menghadiri pelatihan dan lomba merangkai aksesoris hijab konektor dan bros dalam rangka HUT DWP Kabupaten Mojokerto ke-23 tahun 2022. Acara digelar di Pendapa Graha Maja Tama (GMT), Pemkab Mojokerto, Senin (28/11/2022) siang.

“Menyesuaikan diri tidak cukup menjadi bagian dari era digital. Tetapi bagaimana kita membina hubungan dengan anggota keluarga dalam situasi era digital ini untuk ketahanan keluarga begitu,” kata Ikfina.

Pelatihan ini juga dihadiri Wakil Ketua DWP Kabupaten Mojokerto, Narasumber dan juri, Ketua DWP unsur pelaksana Dinas, Badan, Kecamatan se-Kabupaten Mojokerto. Ikfina mengatakan, dengan adanya gadget dan berbagai macam media sosial saat ini, juga bisa dimanfaatkan untuk menjalin hubungan baik dengan para keluarganya.


“Kira-kira disini ada gak yang punya grup keluarga inti?. Nah kalau punya itu bisa dimanfaatkan untuk mendiskusikan dan mengkomunikasikan suatu yang berkaitan dengan ketahanan keluarga,” tandasnya.

Orang nomor satu dilingkup Pemkab Mojokerto itu juga mengatakan dengan berbagai kemudahan di era digital ini bisa pula dimanfaatkan membina komunikasi keluarga. Menurutnya inti ketahanan keluarga adalah komunikasi itu sendiri.

“Karena komunikasi itu bagaimana kita mengerti dan bagaimana kita dimengerti. Jadi pertama mengerti dulu kemudian dimengerti,” jelasnya.

Bupati perempuan pertama di Kabupaten Mojokerto itu juga meminta kepada para ibu-ibu DWP Kabupaten Mojokerto untuk memanfaatkan kain payit dari bekas baju yang tak terpakai untuk didaur ulang menjadi konektor hijab.

“Itu memanfaatkan bahan bekas gratis dan juga bisa di bagi-bagikan. Selain itu bisa menjalin komunikasi dan hubungan. Jadi dari bahan yang gak kepakai bisa menjadi manfaat,” ujarnya.

Ikfina juga mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi terselenggaranya kegiatan ini. Sehingga dapat meningkatkan ilmu pengetahuan dan skill untuk mempertahankan ketahanan keluarga di era digital. Tak hanya itu, Ia juga meminta DWP Kabupaten Mojokerto menjadi wadah para ASN perempuan dan istri ASN dalam hal pengembangan potensi diri, serta pengetahuan dan keterampilan.

“Mudah-mudahan kegiatan hari ini bisa bermanfaat buat semuanya,” pungkasnya. (im)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here