Para istri anggota TNI/Polri yang tergabung dalam Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Mojokerto mengikuti seminar bertema bertema 'Membangun perempuan cerdas untuk memperkuat ketahanan keluarga di era digital', Rabu (21/12/2022).

IM.com – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Mojokerto menggelar seminar perempuan cerdas secara offline dan online. Acara ini untuk untuk memperkuat ketahanan keluargan sekaligus meningkatkan kinerja DWP di bidang pendidikan, ekonomi dan sosial budaya.

Seminar bertema ‘Membangun perempuan cerdas untuk memperkuat ketahanan keluarga di era digital’ berlangsung di Smart Room Satya Bina Karya (SBK) Pemkab Mojokerto dan dilaksanakan dalam rangkaian peringatan HUT DWP Kabupaten Mojokerto ke-23 dan Hari Ibu ke-94 tahun 2022. Seminar untuk memperkuat ketahanan keluarga di era digital ini menghadirkan Bupati Ikfina Fahmawati dan Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XXX Kodim 0815/Mojokerto dr. Yuli Suciati, Sp., KFR., CHt., ALFO-K sebagai narasumber.

Sebanyak 210 peserta dari pengurus dan anggota DWP Kabupaten Mojokerto mengikuti seminar pembangunan perempuan ini. Masing-masing ada 60 peserta mengikuti secara offline dan 150 peserta secara online.

“Organisasi DWP ini memang spesial karena tidak menerima selain istri ASN sebagai dan istri-istri TNI-POLRI sebagai anggotanya. Organisasi ini bersifat mitra politik, independen dan juga darmabakti,” jelas Ikfina, Rabu (21/12/12022) pagi.


Ikfina menjelaskan, selain memperingati HUT DWP Kabupaten Mojokerto. Kegiatan seminar perempuan cerdas ini sekaligus memperingati Hari Ibu Ke-94 tahun 2022. Ia mengatakan, peringatan hari ibu ini sesungguhnya tidak untuk memperingati perjuangan seorang ibu untuk anaknya. Melainkan untuk memperingati kebangkitan perempuan dalam pergerakan perjuangan kemerdekaan yang diawali Kongres Perempuan I pada tanggal 22 Desember 1928 di Yogyakarta.

“Jadi ini tentang kebangkitan perjuangan perempuan. Jadi jangan dimaknai sebagai perjuangan seorang ibu yang berjasa terhadap anaknya. Tetapi dimana para ibu ini berjuang bersama-sama untuk kepentingan nasib bangsa,” katanya.

Ikfina menambahkan, Kongres perempuan pertama pada 22 Desember 1928 di Yogyakarta saat itu, merupakan komitmen para perempuan untuk bersama-sama berjuang untuk bangsa. Berkat itulah kemudian akhirnya perjuangan perempuan itu diperingati melalui hari ibu.

“Jadi ibu tidak hanya urusan domestik dan dapur. Tetapi seorang ibu bertanggung jawab untuk memperjuangkan nasib bangsa. Khususnya memperjuangkan kehidupan anak-anaknya sebagai calon pemimpin bangsa kedepannya,” tukasnya.

Sementara itu, Plt Kepala DP2KBP2 yang diwakili Plt Sekretaris DP2KBP2 Kabupaten Mojokerto Abdul Kholiq mengatakan, perubahan di era digital ini semua orang dituntut untuk bisa menyesuaikan diri dan menjadikan suatu perubahan menjadi peluang yang bermanfaat.

Terlebih bagi seorang istri, dimana istri sebagai pilar keluarga juga dituntut mampu mendampingi dan membantu suaminya sebagai abdi negara dan abdi masyarakat. Selain itu, seorang istri juga harus senantiasa mampu mendidik anak yang akan menjadi generasi penerusnya.

“Oleh karena itu, saya berharap DWP Kabupaten Mojokerto bisa menjadi perempuan yang cerdas, tangguh, memiliki kepribadian yang baik yang dapat menjadi contoh orang disekitarnya. Kemudian juga bisa memaksimalkan dalam membantu  pembangunan kabupaten Mojokerto yaitu meningkatkan kualitas bidang pendidikan, ekonomi, sosial dan budaya,” ungkapnya. (im)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here