Salah satu peserta mempresentasikan inovasi pelayanan publik di Ruang Sabha Mandala Madya, Pemkot Mojokerto, Kamis (9/3/2023).

IM.com – Sebanyak 20 instansi di lingkungan Pemerintah Kota Mojokerto bersaing dalam lomba inovasi pelayanan publik. Perwakilan masing-masing instansi memaparkan inovasinya dalam sesi presentasi dan wawancara di Ruang Sabha Mandala Madya pada pada Kamis-Jumat (9-10/3/2023).

Dalam presentasi dan wawancara ini masing-masing inovator mendapatkan waktu 30 menit untuk menyampaikan video pendek, presentasi serta wawacanra dengan para juri. Adapun 20 inovasi yang lolos tahun ini lahir dari berbagai lingkup instansi.

Organisasi Perangkat Daerah (OPD) memunculkan CANTING GULA MOJO dan PRAMESWARI dari Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DinkesP2KB), SITI PINTER dari Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), LAPAK TETANGGA dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil), SI MAPAN VIBE dari RSUD DR. Wahidin Sudiro Husodo, SIMBA dari Bagian Pengadaan Barang/Jasa dan Pembangunan

Kemudian, UPT Puskesmas juga ada yang mampu melahirkan dua inovasi seperti Puskesmas Mentikan yang bersaing dengan JAKA TINGTING dan E-PASOPATI. Serta GAS KOPLING dan TEBU LIK ITA dari Puskesmas Gedongan. Disamping itu juga ada JARIK LINTING dari Puskesmas Wates, PANGERAN ADIPATI dari Puskesmas Kedundung, PIJAR ASRI dari Puskesmas Blooto, dan AMBYAAR BRO dari Puskesmas Kranggan.

Dari UPT sekolah melahirkan sejumlah inovasi seperti ADI PINTAR, SI GADIS PINTAR, dan TEMAN GUWA dari UPT SMPN 5, DIGILIB RAKETAN dari UPT SMPN 7 dan SI PERWIRA dari UPT SMPN 8.

Asisten Admistrasi Umum Abd. Rachman Tuwo saat membuka presentasi dan wawancara menyampaikan bahwa Kota Mojokerto pada tahun 2022 lalu berhasil meraih predikat sebagai Kota Terinovatif dalam IGA 2022.

“Inovasi dan prestasi yang sudah ada membuktikan bahwa Kota Mojokerto mampu bersaing di tingkat nasional,” kata Tuwo pada Kamis (9/3/2023).

Ia menegaskan bahwa untuk inovasi yang berhasil meraih penghargaan baik di tingkat nasional maupun regional akan mendapatkan reward dari berupa Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) Prestasi.

“Ada reward buat teman-teman kalau nanti mendapat penghargaan, ada reward TPP Prestasi. Oleh karenanya saya berharap Bapak Ibu tambah bersemangat,” lanjutnya.

Kepada para juri yang terdiri dari Kabag Tata Laksana pada Biro Organisasi Provinsi Jawa Timur, Rachmad Wahyu Kurniawan; Direktur Jaringan Inovasi Pelayanan Publik (JIPP), Dr. Rohman Budijanto; Peneliti Mitra Pembangunan Jawa Timur Redhi Setiadi Tuwo berharap agar senantiasa memberikan arahan kepada inovator-inovator di Kota Mojokerto. Dimana inovasi ini selain dapat menjawab kebutuhan masyarakat melalui inovasi juga menjadi suatu kebanggaan bila mampu meraih penghargaan di kancah regional dan nasional.

“Kepada para juri kami mohon bantuan untuk diberikan arahan dan bantuan, sehingga melalui inovasi dapat menjawab kebutuhan masyarakat, dan kita bangga kalau Kota Mojokerto bisa masuk tingkat Jawa Timur apalagi nanti kalau di tingkat pusat,” tambah Tuwo. (im)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini