Bupati Ikfina Fahmawati mengukuhkan 42 Bidan Delima angkata ke-IV di Pendopo Graha Maja Tama Kabupaten Mojokerto, Kamis (6/7/2023).

IM.com – Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati mengukuhkan 42 Bidan Delima angkata ke-IV. Para petugas medis ini yang baru lulus diminta menjaga dan meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Pengukuhkan 42 Bidan Delima berdasarkan surat keputusan pengurus daerah Ikatan Bidan Indonesia Provinsi Jawa Timur nomor 258/Skep/PDIB-UPBD/7-2023 tentang pengukuhan bidan delima Kabupaten Mojokerto. Surat keputusan (SK) pengukuhkan dibacakan Manajer Unit Pelaksana Propinsi Jatim Unit Pelaksana Bidan Delima Ikatan Bidan Indonesia Kabupaten Mojokerto, Suharti.

“Pengukuhkan merupakan program yang dikembangkan untuk peningkatan kualitas pelayanan praktek mandiri bidan.  Mendapatkan pelayanan berkualitas adalah hak masyarakat sedangkan pemberian pelayanan berkualitas adalah kewajiban bidan,” ujarnya.

Pengukuhan Bidan Delima berlangsung di Pendopo Graha Maja Tama Kabupaten Mojokerto, Kamis (6/7/2023). Saat ini sudah ada 52 persen bidan yang telah dikukuhkan sebagai Bidan Delima.

“Ketika sudah ada tanda Bidan Delima, berarti menandakan bahwa tempat praktik mandiri bidan telah dijamin kualitasnya, maka dari itu tolong sama-sama menjaga dan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat,” kata Ikfina.

Menurut Ikfina, sebanyak 48 persen yang belum lulus harus terus didorong agar segera menjadi Bidan Delima. Sehingga segera menyusul untuk dikukuhkan sebagai Bidan Delima di angkatan yang selanjutnya

Selain itu, Bupati Ikfina juga mendorong Pengurus Cabang Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kabupaten Mojokerto untuk mewujudkan pelayanan kesehatan yang semakin maksimal.

Bupati Mojokerto yang berlatar belakang dokter ini pun meminta agar seluruh bidan dan tenaga kesehatan di Kabupaten Mojokerto terus berbenah dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi yang cukup pesat saat ini. Sehingga dapat meningkatkan pelayanan kesehatan terbaik untuk masyarakat.

“Perkembangan teknologi informasi memang sangat pesat, terutama di bidang kesehatan, banyak alat-alat yang kini sudah menggunakan teknologi terbaru. Bahkan, para tenaga kesehatan saat ini juga harus terus belajar menyesuaikan diri dengan aplikasi-aplikasi digital yang telah ada sebagai penunjang kinerja kita semua,” terangnya.

Pengukuhan Bidan Delima kali ini masih masuk dalam momen peringatan HUT IBI ke-72, dengan tema ‘Satukan Langkah dalam Transformasi Kesehatan untuk Penguatan Pelayanan Kebidanan Berbasis Bukti’. Oleh karena itu, Bupati Ikfina meminta agar IBI terus menunjukkan dedikasinya dengan bukti-bukti nyata.

Ketua IBI Mojokerto Beberkan Tujuan Bidan Delima

Dalam kesempatan itu, Ketua Ikatan Bidan Indonesia PC Kabupaten Mojokerto Rani Yuli Astuti melaporkan, jumlah anggota IBI di Kabupaten Mojokerto sejumlah 932 tersebar di 9 ranting. Jumlah tempat praktek terinci bidan yang berpraktek mandiri sejumlah 373 dan bidan delima dan sudah dibukukan adalah 153.

“Bidan yang hari ini akan dibukukan atau yang tadi sudah dilaksanakan pengukuhan adalah 42 bagiannya akan sudah menjadi bidan delima. Jumlah bidan yang tempat praktik Mandiri nya kita yang sudah dibukukan ada 52 persen,” kata Rani.

Rani menjelaskan proses menjadi bidan delima ada beberapa tahap yang harus dilalui oleh seorang bidan untuk membuka tempat praktik Mandiri dan mempunyai peran bidan delima. Hal itu dibuktikan dengan kartu anggota (KTA) IBI yang masih berlaku dan bersedia mentaati semua ketentuan yang berlaku.

“Melakukan pendaftaran di pengurus cabang dan mengisi formulir pra kualifikasi,” jelas Rani.

Bagi yang lulus menjadi bidan delima dan telah memenuhi seluruh persyaratan minimal dan prosedur standar diberikan sertifikat yang berlaku selama 5 tahun dan diberikan paket bidan delima.  Sementara tujuan bidan delima lanjut Rani, untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Selain itu, Bidan Delima juga untuk meningkatkan profesionalitas dan mengembangkan kepemimpinan bidan di masyarakat . Kemudian meningkatkan cakupan pelayanan kesehatan reproduksi dan keluarga berencana serta mempercepat penurunan angka kesakitan kematian ibu bayi dan anak.

“Banyak sekali manfaat yang bisa diperoleh dengan berpartisipasi sebagai bidan delima yang tentunya akan mendukung performance dan identitas profesionalisme bidan praktek Mandiri,” tandasnya. (im)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini