Bupati Mojokerto Muhammad Al Barra memimpin pembukaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Fakultas Kedokteran Universitas Surabaya (FK Ubaya) Tahun 2026 di Pendopo Graha Maja Tama (GMT) Pemkab Mojokerto, Senin (5/1/2026).

inilahmojokerto.com – Pemerintah Kabupaten Mojokerto terus mengintensifkan upaya percepatan penurunan stunting melalui kolaborasi strategis dengan perguruan tinggi.

‎Komitmen tersebut ditandai dengan pembukaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Fakultas Kedokteran Universitas Surabaya (FK Ubaya) Tahun 2026 oleh Bupati Mojokerto Muhammad Al Barra, di Pendopo Graha Maja Tama (GMT) Pemkab Mojokerto, Senin (5/1/2026) pagi.

‎KKN FK Ubaya 2026 mengusung tema “Membangun Desa Sehat melalui Sinergi Mahasiswa dan Masyarakat dalam Pencegahan Stunting” dan akan berlangsung pada 5–31 Januari 2026.

‎Program ini dilaksanakan di lima desa di Kecamatan Trawas, yakni Ketapanrame, Tamiajeng, Duyung, Kedungudi, dan Selotapak.

‎Dalam sambutannya, Bupati Mojokerto menegaskan bahwa keterlibatan perguruan tinggi merupakan bagian penting dari strategi pembangunan sumber daya manusia, khususnya dalam menangani stunting yang menjadi isu strategis nasional.

‎“Percepatan penurunan stunting membutuhkan sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, tenaga kesehatan, dan masyarakat,” ujarnya.

‎Al Barra menjelaskan, Pemkab Mojokerto terus mendorong penanganan stunting secara konvergen dan terintegrasi hingga tingkat desa melalui penguatan intervensi gizi spesifik dan sensitif. Kolaborasi lintas sektor dinilai menjadi kunci agar upaya pencegahan dapat berjalan efektif dan berkelanjutan.

‎Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) Tahun 2024, prevalensi stunting di Kabupaten Mojokerto tercatat sebesar 15,3 persen, sementara di Provinsi Jawa Timur sebesar 14,7 persen. Data tersebut menjadi dasar penguatan program kolaboratif yang menyasar langsung masyarakat desa.

‎Sebanyak 99 mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Surabaya, termasuk dua mahasiswa asing dari Australia dan Belanda, diterjunkan dalam kegiatan KKN ini.

‎Mereka diharapkan berperan aktif dalam edukasi gizi seimbang, pemahaman 1.000 hari pertama kehidupan, penguatan peran posyandu, serta penerapan perilaku hidup bersih dan sehat.

‎Bupati menekankan pentingnya keselarasan program KKN dengan kebijakan pemerintah daerah dan desa agar manfaatnya dapat dirasakan secara nyata dan berkelanjutan.

‎Melalui sinergi Pemkab Mojokerto dan FK Ubaya diharapkan upaya percepatan penurunan stunting semakin optimal. Sekaligus mendorong terwujudnya desa sehat dan generasi Mojokerto yang berkualitas. (kim)

13

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini