
inilahmojokerto.com – Pagi itu, langit Dusun Pacet Selatan memancarkan warna keemasan. Suara tawa dan langkah riang anak-anak SDN Pacet 2 memenuhi halaman sekolah, bercampur dengan desau angin yang membawa harum tanah basah.
Di tengah keramaian itu, muncul sosok yang tak asing bagi warga, yakni Bhabinkamtibmas Desa Pacet, Polsek Pacet.
Namun kali ini, ia hadir bukan untuk menegur, tetapi untuk menyapa, berbagi cerita, dan menanamkan nilai-nilai positif bagi generasi muda.
Kamis (29/1/2026) pagi, tepat pukul 07.00 WIB, kegiatan Polri Go to School dimulai. Ps. Kanit Binmas Polsek Pacet berjalan menyusuri halaman sekolah, menyapa anak-anak dengan senyum hangat.
Beberapa siswa tampak mengacungkan tangan ketika ditanya siapa yang suka membantu orang tua di rumah.
Dari tawa dan jawaban polos itu, petugas mulai menanam pesan-pesan sederhana namun bermakna tentang pentingnya beribadah, belajar dengan sungguh-sungguh, serta tanggung jawab terhadap keluarga.
Selain itu, siswa juga mendapatkan edukasi tentang penggunaan gadget. “Teknologi itu berguna, tapi jangan sampai mengganggu waktu belajar dan bermain di luar,” ujar Ps. Kanit Binmas.
Anak-anak tampak mengangguk, tersenyum, dan beberapa saling berbisik, seakan baru menyadari pentingnya keseimbangan antara belajar, bermain, dan penggunaan gadget.
Suasana menjadi lebih serius ketika topik saling menghormati dan menolak bullying dibahas.
Anak-anak mendengarkan dengan seksama, beberapa menunduk, menyadari bahwa kata-kata dan tindakan mereka bisa memengaruhi teman sekelas. Aktivitas ini bukan sekadar teori, tapi pembelajaran praktis yang membekas di hati mereka.
Kapolsek Pacet, AKP Mohammad Khoirul Umam, S.E., M.H., melalui Ps. Kanit Binmas menegaskan:
“Program Bhabinkamtibmas Go to School adalah wujud kepedulian Polri untuk menciptakan generasi muda yang beriman, berakhlak baik, dan sadar hukum. Melalui kegiatan ini, kami berharap anak-anak memiliki pondasi karakter yang kuat, sehingga mampu tumbuh menjadi generasi penerus bangsa yang positif dan bertanggung jawab.”
Kegiatan sederhana ini di halaman sekolah, di bawah sinar pagi yang hangat, menjadi benih karakter yang ditanam dengan sabar dan penuh harapan.
Nilai-nilai disiplin, tanggung jawab, dan hormat kepada sesama diharapkan tumbuh dan berkembang seiring mereka melangkah dewasa.
Hari itu, tawa anak-anak bukan sekadar suara biasa. Ia adalah simbol masa depan, yang disirami kepedulian dan pendidikan karakter oleh Polri, sejalan dengan semangat Mojokerto Baik: beriman, amanah, inovatif, dan kondusif.
Dengan langkah-langkah kecil yang penuh makna, Polri hadir lebih dekat ke dunia pendidikan, bukan hanya sebagai aparat hukum, tetapi sebagai pembimbing, teman, dan penyemai nilai yang akan membentuk generasi muda yang tangguh dan berbudi pekerti. (anto)





































