Ketika kita telah meletakkan pilar-pilar dan penyangga-penyangga itu di tempatnya, kita dapat menghamparkan papan-papan cinta dan melintas ke rumah Tuhan.

inilahmojokerto.com – Salam sayangku padamu, cucu-cucuku, saudara-saudaraku, putra-putriku. Apakah engkau melihat gunung di balik gunung tempat kita sedang berdiri sekarang ini?

Bagaimanapun kita harus melewati hutan yang terbentang di bawah kita dan mencapai gunung itu. Bagaimanakah kita akan melakukan hal ini? Lihatlah, di sana ada jembatan yang sangat sempit. Begitu banyak orang, domba dan kambing sedang melintasinya untuk menuju tempat seberang tanpa melewati hutan lebat.

Cucu-cucuku, renungkan hal ini! Sekarang kita berada di timur, dan ada jurang sangat dalam yang harus kita seberangi agar sampai ke barat. Banyak kera, beruang, kalajengking, ular berbisa, singa, dan macan sedang bersembunyi di dalam hutan itu.

Lihatlah dengan hati-hati ke kedalaman jurang! Apakah engkau melihat setan, hantu, dan ruh? Apakah engkau melihat bayangan, kegelapan, dan kelambanan itu?

Jika kita jatuh ke dalam jurang yang dalam itu, menurutmu dapatkah engkau melarikan diri? Tidak, jika kita jatuh ke jurang pada saat menyeberang, tamatlah riwayat kita. Lalu apa yang dapat kita lakukan untuk menyeberanginya dengan selamat?

Kita perlu membuat jembatan di antara dua titik. Di satu sisi adalah kebajikan dan di sisi lain adalah Tuhan. Hanya jika kita mencapai-Nya, jiwa kita dapat bebas, jadi kita harus membangun sebuah jembatan antara kebajikan dan Tuhan.

Sekarang, bahan-bahan apa yang kita perlukan? Kita memerlukan keyakinan, kepastian, dan keteguhan hati. Dan bagaimana cara kita untuk membangun jembatan tersebut?

Pertama, kita harus membangun tiang-tiang keyakinan. Selanjutnya kita perlu memasang penyangga-penyangga kuat yang terbuat dari tiga ribu cinta dan sifat-sifat mulia Tuhan.

Dan ketika kita telah dengan hati-hati menempatkan pilar-pilar dan penyangga-penyangga itu pada tempatnya, kita dapat meletakkan papan-papan cinta dan berjalan melintas menuju rumah Tuhan.

Kasihku untukmu, cucu-cucuku. Jika kita tidak membangun sebuah jembatan dengan bahan-bahan ini, maka jarak antara timur dan barat jadi lebih jauh, dan perjalanan akan lebih sulit bagi kita.

Jika kita tidak mempunyai iman dan kebajikan, kita bahkan tidak akan mampu membangun jembatan itu. Apabila kita tidak mempunyai sifat-sifat baik untuk menyokong dan juga papan-papan cinta, maka kita akan jatuh, sedang monster terburuk di bawah sana akan memangsa kita.

Cucu-cucuku, inilah dunia. Inilah yang disebut sebagai neraka. Neraka yang penuh dengan setan-setan buruk yang siap memangsa dosa di dunia. Dan bila engkau terjatuh ke dalam jurang yang dalam ini, engkau akan menjadi santapan mereka. Mereka tidak akan melepaskanmu bahkan untuk satu menit pun.

Kita memerlukan jembatan untuk menyeberangi dunia ini, tapi kebanyakan orang tidak membangun jembatan dengan benar, sehingga mereka terjatuh ke kedalaman jurang dan menjadi santapan para monster neraka.

Tertarik oleh bau darah, serigala-serigala dan rubah akan datang untuk menyantap mangsa mereka, dan pada akhirnya tulang-belulang mereka pun tiada tersisakan sama sekali. Mereka diluluhlumatkan secara sadis.

Datanglah ke sini anakku, dengan membawa semua peralatan. Mari kita membangun jembatan ini sekarang.

Pertama, dengan menggunakan kearifan jiwa, tanamlah dengan benar pilar-pilar keyakinan. Mereka harus diletakkan di tempat yang benar dan dengan sangat hati-hati, karena mereka adalah fondasi yang di atasnya nanti dibangun sebuah jembatan.

Selanjutnya, bawalah sifat-sifat mulia dari Tuhanmu dan tempatkan penyangga-penyangga tersebut dengan hati-hati. Baik, itulah cara-cara untuk melakukannya dengan baik. Ketika pilar-pilar dan penyangga-penyangga sudah dipasang di tempatnya, kita dapat meletakkan papan-papan cinta dan menyelesaikan jembatan.

Sekarang kita memerlukan sebuah cahaya, cahaya kebajikan, supaya kita dapat melihat dengan jelas dan menyeberangi jembatan tanpa pernah jatuh. Datanglah, dan ikuti aku!

Lihatlah ke bawah sana, dan engkau akan melihat setan, hantu, monster yang buruk melihat kita dengan frustrasi. Dengarlah lolongan mereka. Mereka sedang berdiri di sana ternganga bahwa kita berhasil menyelamat diri. Mulut mereka sedang menganga dalam keheranan.

Akhirnya kita bebas! Kita telah berhasil melintas ke Tuhan kita. Kita telah dibebaskan dari sangkar yang terdiri dari lima unsur alami. Kita telah melarikan diri dari penjara! Sekarang kita dapat mulai mempelajari kerajaan Tuhan kita. Kita dapat menganalisanya tanpa ada gangguan. Inilah alasan kita membangun jembatan menuju Tuhan.

Sekarang kita telah menyelesaikannya, yang lain dapat juga menyeberang dengan selamat menuju Tuhan kita. Kita dapat membawa saudara laki-laki, perempuan, kenalan, dan teman-teman kita untuk menyeberangi jembatan ini.

Kita dapat menuntun, melindungi dan menolong mereka untuk menyeberang. Datanglah, mari kita ajak orang-orang lain untuk menyeberang!

Kasihku untukmu, anak-anakku. Inilah jalan menuju Tuhan. Mari kita berusaha keras untuk membangun jembatan itu, agar kita dan seluruh saudara-saudara kita dapat menyeberangi jurang neraka dan mencapai Tuhan. Amin.

 

 

Sumber:
Buku Kebun Ma’rifat Vol.3
Oleh M. Rahim Bawa Muhaiyaddeen

11

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini