Sebanyak 145 kader yang tergabung dalam Aliansi Kader Restorasi menggelar aksi damai di kantor DPD NasDem Kota Mojokerto, Rabu (15/4/2026).

inilahmojokerto.com– Ratusan kader Partai NasDem menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Tempo di Jakarta Selatan, Selasa (14/4/2026). Aksi ini dipicu pemberitaan yang mengisyaratkan adanya rencana merger antara NasDem dan Partai Gerindra, yang dinilai sensitif secara politik.

Massa aksi datang dengan tuntutan serupa, yakni meminta klarifikasi sekaligus permintaan maaf dari pihak media.

Mereka menilai informasi yang disajikan belum tentu akurat dan berpotensi menimbulkan persepsi keliru di tengah publik.

Situasi sempat memanas, namun tetap terkendali di bawah pengawasan aparat keamanan. Dampak aksi juga dirasakan pada lalu lintas di kawasan Palmerah Barat yang mengalami kemacetan.

Sejak pagi hari, massa memadati area depan gedung dan secara bergantian menyampaikan orasi.

Salah satu orator menyebut pemberitaan tersebut merugikan citra partai dan mendesak agar Tempo segera memberikan klarifikasi resmi.

“Kami meminta Tempo dalam waktu sesingkat-singkatnya untuk membuat permintaan maaf melalui rilis resmi. Kami dicubit, satu sakit semua,” ujarnya.

Aksi di Mojokerto

Aksi serupa juga terjadi di daerah. Sebanyak 145 kader yang tergabung dalam Aliansi Kader Restorasi menggelar aksi damai di kantor DPD NasDem Kota Mojokerto, Rabu (15/4/2026).

Mereka berasal dari unsur kepengurusan tingkat ranting hingga tiga kecamatan.
Para kader menyerahkan dokumen tuntutan kepada Ketua DPD NasDem Kota Mojokerto, Arie Harnowo.

Isi tuntutan tersebut menyoroti pemberitaan media nasional yang dianggap tidak berimbang dan mencatut nama Ketua Umum NasDem, Surya Paloh.

Dalam orasinya, perwakilan kader menilai pemberitaan tersebut tidak mencerminkan prinsip jurnalistik profesional. Mereka juga mendesak Dewan Pers untuk mengambil langkah tegas, termasuk pemberian sanksi terhadap pihak yang dianggap melanggar etika jurnalistik.

Menanggapi aspirasi tersebut, Arie Harnowo menyatakan akan meneruskan tuntutan kader ke tingkat wilayah dan pusat agar mendapat perhatian lebih lanjut.

Ia juga mengapresiasi aksi yang berlangsung tertib.
Usai menyampaikan aspirasi, massa di Mojokerto membubarkan diri secara damai tanpa mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat. (kim/joe)

4

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini