
inilahmojokerto.com — Puluhan buruh yang tergabung dalam Federasi Serikat Rakyat Pekerja (FSRP) Jawa Timur menggelar aksi unjuk rasa di depan pabrik PT Hidup Karya Abadi (HKA) di Jalan Raya Jetis KM 39, Desa Parengan, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Kamis (16/4/2026) siang.
Aksi tersebut dipicu pemberhentian dua karyawan yang juga anggota FSRP secara sepihak oleh manajemen perusahaan sejak 13 April 2026.
Massa aksi datang dengan mobil komando dan membentangkan sejumlah spanduk berisi tuntutan di pintu gerbang perusahaan.
Dalam aksinya, buruh menyampaikan sedikitnya sembilan tuntutan.
Tujuh tuntutan ditujukan kepada pihak perusahaan, di antaranya meminta agar dua pekerja yang diberhentikan dipekerjakan kembali, pemberian status karyawan tetap (PKWTT), penyusunan peraturan perusahaan yang disahkan Dinas Tenaga Kerja, serta pembayaran upah sesuai UMK Kabupaten Mojokerto.
Buruh juga menuntut pemberlakuan jam kerja sesuai regulasi, pembayaran upah lembur, serta pemberian jaminan BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan.
Mereka juga meminta perusahaan membayarkan kekurangan upah dan lembur yang belum dipenuhi.
Sementara itu, dua tuntutan lainnya ditujukan kepada Bupati Mojokerto, yakni mendesak agar segera memanggil pimpinan perusahaan terkait dugaan pelanggaran K3 dan ketenagakerjaan.
Juga meminta pemerintah daerah bertanggung jawab dalam penyelesaian perselisihan hubungan industrial yang disebut telah berlangsung bertahun-tahun.
Dari pantauan di lokasi, hingga siang hari belum ada pertemuan antara perwakilan buruh dan manajemen perusahaan.
Massa aksi bahkan mendirikan tenda darurat di depan pabrik sebagai bentuk bertahan sambil menunggu kepastian dialog.
Aksi tersebut mendapat pengawalan ketat dari aparat gabungan sebanyak 178 personel dari Polresta Mojokerto dan TNI.
Massa juga berencana melanjutkan aksi ke Kantor Pemerintah Kabupaten Mojokerto.
“Kami masih menunggu untuk bisa dipertemukan dengan pihak manajemen agar ada jawaban pasti atas tuntutan kami,” ujar salah satu perwakilan.
Hingga berita ini ditulis, para buruh masih bertahan di depan pabrik PT Hidup Karya Abadi menunggu adanya pertemuan dengan pihak perusahaan. (joe/kim)









































