Dandim 0815/Mojokerto Letkol Inf Abi Swanjoyo memberikan pengarahan kepada seluruh Babinsa saat jam komandan di Makodim 0815/Mojokerto, Senin (19/10/2026). Ia menegaskan penerimaan prajurit TNI AD tidak dipungut biaya serta mengingatkan personel agar mencegah praktik percaloan dalam proses rekrutmen.

inilahmojokerto.com – Penerimaan prajurit TNI Angkatan Darat (TNI AD) tidak dipungut biaya. Dandim 0815/Mojokerto Letkol Inf Abi Swanjoyo mengingatkan seluruh Bintara Pembina Desa (Babinsa) agar menyampaikan informasi rekrutmen secara benar sekaligus mencegah praktik percaloan yang menjanjikan kelulusan calon prajurit.

Penegasan itu disampaikan saat memberikan pengarahan kepada seluruh Babinsa dalam kegiatan jam komandan di halaman Makodim 0815/Mojokerto, Jalan Majapahit Nomor 01, Kota Mojokerto, Senin (19/10/2026).

Dandim meminta Babinsa aktif menjaring minat generasi muda di wilayah binaan untuk mengikuti seleksi penerimaan Calon Bintara dan Calon Tamtama Prajurit Karier TNI AD Gelombang I Tahun Anggaran 2027.

Namun, sosialisasi tersebut harus dilakukan dengan menjunjung tinggi integritas. Babinsa diminta tidak menyalahgunakan tugas maupun kedudukannya untuk melakukan praktik percaloan atau menjadi mafia werfing dalam proses penerimaan prajurit.

“Tekankan kepada seluruh calon bahwa masuk menjadi prajurit TNI AD itu gratis, tidak dipungut biaya. Jangan sampai ada yang memanfaatkan kesempatan ini untuk melakukan praktik percaloan dengan menjanjikan kelulusan kepada calon prajurit,” tegas Abi Swanjoyo.

Menurut Dandim, masyarakat perlu memperoleh informasi yang transparan mengenai proses penerimaan prajurit. Kelulusan harus ditentukan melalui seleksi sesuai ketentuan yang berlaku, bukan karena kedekatan dengan pihak tertentu, pemberian imbalan, ataupun janji bantuan dari oknum.

Karena itu, Babinsa diminta memberikan penjelasan yang benar kepada pemuda yang berminat mengabdi melalui TNI AD. Langkah tersebut diharapkan membuka kesempatan bagi calon yang memenuhi persyaratan untuk mengikuti seleksi resmi tanpa terbebani janji kelulusan berbayar.

Sosialisasi di tingkat desa dinilai penting agar informasi penerimaan dapat menjangkau masyarakat secara luas dan tidak dimanfaatkan pihak yang mencari keuntungan dari keinginan generasi muda menjadi prajurit.

Selain membahas rekrutmen, Abi Swanjoyo mengingatkan personel untuk mengutamakan keselamatan saat berkendara. Anggota diminta mematuhi peraturan lalu lintas, memastikan kendaraan layak digunakan, dan menjaga disiplin dalam perjalanan, baik saat bertugas maupun menjalankan aktivitas pribadi.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh agar Babinsa selalu siap menjalankan tugas pembinaan teritorial di wilayah masing-masing.

Pola hidup sehat, waktu istirahat yang cukup, dan kondisi fisik yang terjaga menjadi perhatian di tengah padatnya aktivitas serta tanggung jawab personel di lapangan.

Melalui pengarahan tersebut, Dandim berharap seluruh Babinsa menjalankan tugas secara profesional, menjaga nama baik satuan, dan membantu menyebarkan informasi penerimaan prajurit secara transparan.

Bagi generasi muda yang ingin bergabung dengan TNI AD, pesan utamanya jelas: proses penerimaan tidak dipungut biaya dan kelulusan harus melalui seleksi resmi, bukan melalui perantara yang menjanjikan kelulusan dengan imbalan uang.

8

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini