Puluhan group kesenian tari Mayang Rontek dari sekolah setingkat SMA – SMK Negeri Swasta mengikuti Festival Tari yang diselenggarakan Dinas Pariwisata, Kepemudaan dan Olah Raga Kabupaten Mojokerto (Disparpora)

IM.com – Puluhan group kesenian tari Mayang Rontek dari sekolah setingkat SMA – SMK Negeri Swasta mengikuti Festival Tari yang diselenggarakan Dinas Pariwisata, Kepemudaan dan Olah Raga Kabupaten Mojokerto (Disparpora).

Festival Tari yang berlangsung sehari ini akhirnya menobatkan 6 group penyaji unggulan dan harapan terbaik dari 12 group yang tampil di panggung halaman kantor Disparpora Kabupaten Mojokerto. Penyaji unggulan terbaik yakni SMA Negeri Dawarblandong, SMK Negeri 1 Dlanggu, SMA Negeri 1 Gedeg. Sedangkan penyaji harapan terbaik, SMA Negeri 1 Puri, SMA Negeri 1 Sooko dan SMK Negeri 1 Sooko.

Anam Glewo salah satu panitia menjelaskan Festival Tari merupakan rangkain kegiatan gelaran festival seni. “ Tak hanya festival tari yang digelar, melainkan juga festival musikalisasi puisi dan festival teater. Kegiatan tersebut diselenggarakan secara maraton selama dua hari. Mulai hari ini (Rabu, 23-24/08-2017.red),” terangnya , Rabu, (23/08-2017).

Festival itu, lanjut Anam Glewo untuk melestarikan aspirasi nilai seni serta menggalakan dan memberdayakan potensi seni di tingkat sekolah guna merangsang perkembangan kesenian daerah yang lebih kreatif dan inovatif.


Sehingga menumbuh-kembangan rasa kebangaan maupun identitas seni budaya daerah. “ Dalam festival tersebut, panitia tidak menentukan peringkat kejuaraan, namun penyaji terbaik unggulan dan harapan masing-masing dipilih tiga group,” jelasnya.

Pemilihan enam penyaji terbaik, berdasarkan keputusan tiga juri, yakni Sunawan, seniman tari dari Mojokerto, Bambang SP dan Srimiatun dari Surabaya.

Bambang memaparkan, ada beberapa kriteria yang menjadi acuan tim juri dalam memilih 6 group penyaji terbaik. Diantaranya, kemampuan peraga, keharmonisan gerak yang maknawi, penyajian tata rias dan busana.

Menurut Bambang, tari Mayang Rontek yang dalam referensinya sebagai pengantin Mojo Putri dan disebut sebagai icon tari Pemerintah Kabupaten Mojokerto sebagai penyambutan tamu agung kiranya sudah bagus. Meski harus ada penyempurnaan yang bisa lebih mendekatkan simbol Mojokerto khususnya Kerajaan Majapahit.

Dalam perjalanannya, tari kreasi Mayang Rontek ini oleh Pemda Mojokerto memang mulai dipopularkan sebagai pengisi acara menyambut tamu agung dan sebagai pembuka acara penting di lingkungan Pemda. Kendati belum dipatenkan sebagai kesenian tari Mojokerto. (uyo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here