IM.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) tak berani menjamin Kota Mojokerto bebas peredaran pil yang mengandung paracetamol, cafein dan carisoprodol (PCC). Peredaran obat berbahaya dan ilegal itu sulit dideteksi karena melalui pasar gelap.

Seperti razia yang digelar Dinkes, Satpol PP dan Satreskoba Polresta Mojokerto siang tadi. Dari lima apotek, toko obat dan klinik yang disasar petugas, tak satu pun kedapatan menjual pil PCC.

Apalagi razia hanya menyasar 5 dari puluhan apotek, toko obat dan tempat praktik dokter yang ada di Kota Mojokerto. Yakni klinik di Jalan Trunojoyo, klinik kecantikan di Jalan Bhayangkara, apotek di Jalan HOS Cokroaminoto, serta apotek dan toko obat di Jalan Majapahit.

“Kami ingin melihat di lapangan apakah Kota Mojokerto bebas peredaran PCC. Kami ambil sampel (apotek, toko obat dan tempat praktik dokter) yang kami anggap besar dan paling beresiko (menjual PCC),” kata Kepala Dinkes Kota Mojokerto Christiana Indah Wahyu usai razia, Jumat (22/9/2017).


Indah berdalih, razia terhadap pil PCC tak dilakukan menyeluruh lantaran telah melakukan monitoring bulanan terhadap administrasi apotek, toko obat dan klinik di Kota Mojokerto. Padahal tak menutup kemungkinan pil PCC diedarkan melalui apotek-apotek kecil.

“Betul tak menutup kemungkinan (peredaran pil PCC) di apotek kecil. Hari ini kami ada penandatanganan kesepakatan dengan ketua ikatan apoteker cabang Mojokerto, IDI, IGI, ikatan bidan, perawat. Semua komitmen membina anggota di bawahnya supaya bebas penyalahgunaan obat terlarang, narkotika, termasuk sediaan farmasi ilegal,” terangnya.

Indah memastikan, di Kota Mojokerto belum ada kasus penyalahgunaan pil PCC. Hanya saja, pihaknya tak berani menjamin wilayahnya bebas peredaran pil PCC.

“Ada beberapa pemangku kewenangan yang juga turun ke lapangan, Sat Reskoba, Satpol PP. Kalau menjamin 100 persen aman ya endak, setidaknya kami berupaya untuk aman,” tegasnya.

Indah menambahkan, dari tiga unsur utama PCC, carisoprodol merupakan zat yang paling berbahaya. Sementara paracetamol dan cafein masih aman dikonsumsi. Sehingga masyarakat tak perlu cemas meminum obat yang mengandung paracetamol dan cafein, apalagi dengan resep dokter.

“Carisoprodol bisa memberi efek ke sistem saraf pusat. Kalau dikonsumsi jantung bisa berhenti berdetak, akan mengakibatkan kematian,” tandasnya.(kus/uyo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here