Aisyah Mutiara Cinta Santoso (kanan) bersama dua rekannya di tim Finswimming Jatim.

IM.com – Atlet Finswimming asal Mojokerto, Aisyah Mutiara Cinta Santoso, melambungkan namanya di kancah nasional. Atlet yang diakrab dipanggil Cicin ini sukses merengkuh Juara 1 Kejuaran Nasional Finswimming (renang dan selam) nomor 4×100 meter Estafet Surface KU C putri yang diselenggarakan PB POSSI di Singaraja, Bali  11-13 Mei 2018.

Mewakili Jawa Timur di ajang ini, Aisyah mencatatkan waktu 3 menit 16,20 detik.

Bimpres KONI Mojokerto, Benny Pinartoyo menjelaskan, prestasi yang diraih Cicin murni dari kerja keras yang dilakukannya bersama tim pembina.

“Ini bukan hasil dari settingan, atau permainan kejuaraan. Ini murni dari pembinaan yang kami lakukan sejak usia dini. Di dalam olahraga, khususnya finswimming mustahil bisa melihat atlet berprestasi tanpa ada pembinaan yang profesional,” ujarnya di sela-sela latihan rutin tim finswimming di kolam renang Wisata Desa Dlanggu, Senin (10/9).


Bukan hanya kerja keras, prestasi yang direngkuh Cicin juga tak terlepas dari pembinaan yang dilakukan oleh KONI Mojokerto, khususnya di bagian bimbingan prestasi. Selain Cicin, Benny menyebut banyak atlet finswimming di Mojokerto yang mampu merengkuh prestasi.

“Ada Surya Sabal Aksanu dan Farel Tangguh Satria Agustian. Mereka ini sudah mampu bersaing di tingkat regional. Surya baru saja meraih juara ketiga Kejurda Provinsi Jatim. Sementara mampu merebut juara dua Piala Walikota Surabaya 2018,” tambahnya.

Lebih jauh, Benny menjelaskan pentingnya dukungan dari semua pihak, mengingat untuk merengkuh prestasi, khsusnya di cabor finswimming dibutuhkan banyak hal, baik berupa tenaga, atau biaya.

“Mirip olahraga renang, nomor yang dikompetisikan juga sama. Namun yang membedakan adalah alat. Finswimming itu seperti kombinasi Renang dan Diving. Otomatis butuh biaya untuk peralatan yang digunakan,” kata Pembina yang juga pernah memegang lisensi wasit finswimming ini. (joe/im)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here