Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini duduk di kursi roda untuk memantau dan memberi instruksi langsung kepada para petugas dan pekerja dalam proses recovery Jalan Raya Gubeng yang ambles.

IM.com – Amblesnya Jalan Raya Gubeng memantik polemik antara DPRD dan Pemkot Surabaya terkait indikasi kelalaian kontraktor hingga aroma pelanggaran izin proyek RS Siloam. Pihak kontraktor proyek bangunan dekat RS Siloam berjanji sanggup bertanggungjawab me-recovery Jalan Gubeng, selama 10 hari ke depan.

Selain normalisasi kali dan jalan Gubeng, recovery juga termasuk bangunan sekitar yang terdampak. Janji itu disampaikan kontraktor bersama pemilik proyek RS Siloam saat hearing dengan DPRD Kota Surabaya. 

“Poin yang menurut saya penting adalah pihak kontraktor sanggup bertanggungjawab merekondisi seluruh bangunan dan jalan yang rusak. Mereka menjanjikan recovery Jalan Gubeng selesai pada tanggal 30 Desember 2018,” ujar Ketua DPRD Surabaya v usai hearing di DPRD Surabaya, Kamis (20/12/2018).

Hearing yang dihadiri pejabat Dinas Ciptakarya, PU, Lingkungan Hidup, Tim Ahli Bangunan Kota, Kontraktor, dan Owner proyek melahirkan beberapa kesepakatan. Poin kesepakatan lain di antaranya, Pemkot Surabaya tidak perlu mengeluarkan uang sepeser pun baik itu dari Dana Cadangan atau lainnya untuk me-recovery jalan Gubeng.

“Itu sudah menjadi tanggungan pihak kontraktor,” cetus Armuji.

Terkait perizinan, Armuji juga mendapat jawaban dari Dinas Ciptakarya bahwa prosesnya ada dua tahap. Namun pihaknya tetap mencium aroma kejanggalan dalam proses perzina proyek RS Siloam.

“Izinnya, memang sudah komplit. Tapi prosesnya kok begitu cepat, satu tahun setengah selesai,” ujar politisi PDI Perjuangan itu.

Sementara itu, Kepala Bappeko Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, proses perizinan ini sudah sesui prosedur. Perizinan dua tahap, mulai proses tahun 2012 dan keluar izin tahun 2015. Setelah itu mereka mengajukan perubahan revisi terkait ketinggian bangunan yang masuknya 2016 dan Desember 2018 keluar IMB. 

Sementara hari ini, Walik Kota Surabaya Tri Rismaharini (Risma) baru terjun langsung ke lokasi amblesnya Jalan Raya Gubeng. Dengan menggunakan kursi roda, Risma memantau langsung proses recovery.

Berbeda dengan pihak kontraktor, Risma menargetkan proses recovery jalan Gubeng akan berlangsung selama 5 hari saja.

“Kalau aku gak kesini, nanti gak cepet cepet. Padahal aku janji seminggu kelar. Tak usahakan sebelum satu minggu. Aku usahakan kalau bisa 5 hari,” ujar Risma yang masih dalam tahap pemulihan dari cedera di bagian kaki.


Ia mengatakan, recovery yang membutuhkan waktu beberapa hari dikarenakan proses pengurukan yang lama. Ia mengklaim, jika proses pengurukan selesai, pengerjakan hanya membutuhkan waktu semalam saja. 

Dalam kesempatan itu, Risma juga mengoreksi beberapa hal. Ia menginstruksikan agar Mobil PMK yang sedang terparkir di dekat area amblesan, untuk menjauh dari lokasi.

Menurutnya, mobil tersebut bisa menambah beban jalan dan berakibat fatal. Ia juga meminta agar lampu sorot dipasang di sisi timur dan barat karena pekerjaan akan dilakukan 24 jam penuh. 

Ia juga telah menginstruksikan kepada Dinas PU untuk melakukan proses Sondir dan Boring di sekitar wilayah amblesnya Jalan Raya Gubeng, termasuk rumah-rumah warga.

“Jadi agar warga tetap tentram, tenang, itu tak kasih sondir di halaman warga. Supaya warga tenang,” ujarnya. 

Saat ini Risma mengaku sudah ada 11 titik yang akan dilakukan sondir boring. Ia mengaku, hasil Sondir Boring baru bisa diketahui besok, Jumat (21/12/2018).

“Jadi beban jalan harus dijaga tetap stabil,” tegasnya. (sun/im)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here