Seragam Gratis
Pemkot Mojokerto sempat menjanjikan seragam gratis SD-SMP untuk siswa bisa dibagikan sebelum tahun ajaran baru 2019-2020 Juli mendatang.

IM.com – Keterlambatan pembagian seragam gratis untuk siswa baru jenjang SD dan SMP sederajat Negeri maupun swasta di Kota Mojokerto kembali terulang pada tahun ajaran baru 2019/2020. Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Mojokerto juga belum bisa memastikan apakah seragam untuk 5.968 siswa baru itu bisa dibagikan pada Bulan Juli 2019 ini.

Sampai hari ketiga masuk sekolah, siswa baru SD/MI dan SMP/MTs belum memperoleh seragam gratis dari Dispendik Kota Mojokerto. Padahal Dispendik sebelumnya menargetkan seragam gratis dibagikan ke siswa sebelum memasuki tahun ajaran baru. (Baca: Pembagian Seragam Sekolah Gratis Ditargetkan Sebelum Tahun Ajaran Baru).

Keterlambatan pembagian seragam gratis ini juga terjadi pada tahun ajaran 2017/2018 dan 2018/2019 lalu. (Baca: Pembagian Seragam Gratis SD-SMP di Kota Mojokerto Realisasi Akhir Agustus).

“Kita meminta maaf atas keterlambatan pembagian serag geratis kepada masyarakat. Semuanya prosedur sudah kita ikuti, kita usahakan pada tanggal 30 Juli seragam sudah kita bagikan,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Mojokerto Amin Wachid, Rabu (17/7/2019).


Selama keterlambatan itu, Amin meminta siswa untuk sementara memakai seragam lama. Dispendik mengupayakan seragam gratis bisa dibagikan pada akhir Juli 2019.

Amin mengatakan, faktor yang menyebabkan pembagian seragam gratis molor karena harus mengikuti prosedur dari Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) Kejaksaan, Unit Layanan Pengadaan (ULP) dan Polres Mojokerto Kota. Salah satu prosedurnya adalah uji laboratorium.

“Kendala utama hanya soal presedur. Seperti segi kualitasnya harus menunggu hasil uji lab sesuai rekomendasi TP4D Kejaksaan,” paparnya.

Menurut Amin, seragam gratis yang dibagikan ke siswa hanya berupa kain seperti tahun-tahun sebelumnya. Ada tiga macam kain seragam yang diberikan yakni merah-putih bagi SD dan biru-putih bagi SMP, pramuka serta seragam khas Kota Mojokerto.

Dalam program seragam gratis, Pemkot Mojokerto menganggarkan sebasar Rp 2,6 miliar untuk kebutuhan 17.916 setel siswa yang terdiri dari 74 lembaga SD, MI, dan SDLB dan 24 lembaga SMP, MTs. Rinciannya, Rp 1,08 miliar untuk seragam 2.920 siswa SD/MI sederajat dan Rp 1,52 miliar untuk 3.052 siswa SMP/MTs sederajat.

CV Pelita Bersama Mandiri dengan nilai kontrak Rp 2,462 miliar. Sementara tahun 2018, lelang dimenangkan CV Ada Nada senilai Rp 1,78 miliar. (im)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here