Kepala Dinas P dan K Kota Mojokerto Amin Wahid.

IM.com – Realisasi program perlengkapan sekolah gratis untuk siswa SD dan SMP se-Kota Mojokerto kembali molor. Dinas P dan K mengakui keterlambatan itu karena kelalaian pemerintah dalam pelaksanaan tender pengadaan seragam gratis.

Pembagian perlengkapan sekolah gratis untuk siswa SD dan SMP se-Kota Mojokerto merupakan program prioritas Walikota Ika Puspitasari. Dalam program tersebut, tiap peserta didik baru mendapat seragam tiga stel berupa kain. Yakni, seragam nasional, pramuka, dan batik khas daerah. Selain itu, juga mendapatkan sepatu dan tas.

Sayangnya, realisasi program ini selalu molor setiap awal tahun ajaran baru. Bahkan pada tahun 2022 ini, program tersebut sempat akan dibatalkan menyusul adanya pengalihan anggaran atau refocusing untuk penanganan Covid-19.

Meski akhirnya batal direfocussing, realisasi program  perlengkapan sekolah gratis tersebut masih molor. Seragam gratis untuk siswa SD dan SMP yang seharusnya dibagikan sebelum awal tahun ajaran baru dimulai, nyatanya baru diberikan pada Agustus.


Seragam sekolah gratis kembali terlambat dibagikan di tahun ajaran 2022/2023 karena mengalami gagal tender. Kegagalan itu disebabkan spesifikasi tingkat komponen dalam negeri (TKDN) tidak sesuai dengan produk.

Molornya program seragam gratis itu pun membuat pengeluaran para wali murid menjadi dobel. Belum lagi ketika kain seragam gratis dibagikan, orang tua siswa kembali dibebani ongkos jahit.

Banyak di antara wali murid yang memilih untuk membeli sendiri seragam sekolah karena khawatir, anaknya enggan sekolah hanya jika tidak mengenakan seragam yang semestinya. Terutama bagi siswa baru tingkat SMP.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K) Kota Mojokerto, Amin Wachid membenarkan jika penyaluran perlengkapan sekolah gratis dari Pemkot Mojokerto melalui Dinas P dan K kerap molor. Ia pun meminta maaf atas keterlambatan pihaknya dalam merealisasikan bantuan tersebut.

“Tahun 2019 molor tapi tetap terlaksana, yang 2020 memang ada keterlambatan karena anggarannya sempat mau direfocusing, tapi dikembalikan lagi. Jadi tetap tersalurkan  bulan Agustus. Kita meminta maaf atas keterlambatan pembagian seragam gratis kepada masyarakat,” katanya,Sabtu (20/8/2022).

Untuk tahun 2022, jelas Amin, pada pengajuan tender mengalami kendala aturan TKD. Sehingga pengadasn seragam gagal dilaksanakan.

“Logikanya memang seharusnya dibagikan di awal tahun ajaran baru. Tapi ya bagaimana lagi karena memang terkendala ada aturan TKDN sehingga gagal. Saya akui saya salah, ” katanya.

Namun, telah dilaksanakan tender ulang dan selasai. PT Yasarah Karya Utama sebagai pemenang tender pengadaan kain seragam untuk siswa SD dengan nilai kontrak Rp 1.013.705.280. Dan CV Widya Sarana pemenang tender kain seragam untuk siswa SMP dengan nilai kontrak Rp 1.135.530.000.

Amin mengatakan, seragam gratis akan dibagikan dalam bentuk potongan kain. Masing-masing siswa akan menerima 3 stel. Rencananya, seragam gratis tersebut akan dibagikan pada bulan Oktober 2022.

“Saya minta maaf karena terlambat membagikan. Seragam, sepatu dam tas gratis nanti akan dibagikan bulan Oktober,” jelasnya.

Pihaknya mengetahui wali murid kebanyakan membeli perlengkapan sekolah untuk anaknya sendiri, mulai dari seragam, sepatu, hingga tas. Namun, untuk pemakain seragam batik khas pihaknya tidak mewajibkan terlebih dahulu.

“Sebenarnya kita tidak mewajibkan beli seragam batik dulu. Tapi namanya orang tua kan tidak mau anaknya kecewa. Kalau mau beli di sekolahan ya tidak apa-apa, tapi tidak wajib,” jelasnya.

Sebagai catatan, pembagian program gratis yang bersumber dari APBD itu selalu terlambat dalam empat tahun berturut-turut, sejak tahun ajaran 2019 sampai 2022. Bahkan, pada tahun 2020 sempat akan dibatalkan menyusul adanya pengalihan anggaran atau refocussing untuk penanganan Covid-19.

Adapun rinciannya, pada tahun ajaran 2019/2020,  para murid baru ditingkat SD dan SMP Sederajat di Kota Mojokerto mulai masuk sekolah pada 15 Juli 2019. Namun baru mendapatkan kain seragam pada akhir bulan Juli 2019.

Saat itu Dinas P dan K terkendala utama hanya soal presedur. Sebab, dalam pengadaannya, dibutuhkan proses dan waktu yang lumayan panjang. Seperti segi kualitasnya harus menunggu hasil uji lab sesuai rekomendasi TP4D Kejaksaan serta kepolisian.

Para siswa baru di Kota Onde-onde kembali mendapatkan bantuan kain seragam gratis pada tahun ajaran 2020/2021. Namun perlengkapan sekolah  itu baru dibagikan ke masing-masing SD dan SMP sederajat di Kota Mojokerto pada 17 September 2021.

Seragam sekolah kembali terlambat dibagikan di tahun ajaran 2022/2023 karena sempat mengalami tender gagal. Kegagalan itu disebabkan spesifikasi tingkat komponen dalam negeri (TKDN) tidak sesuai dengan produk. (cw)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here