Candi dan petirtaan Jolotundo yang bernilai historis tinggi dan kerap dijadikan tempat ritual kegamaan umat Hindu dari berbagai daerah di Indonesia merupakan salah satu objek wisata yang memikat di Kabupaten Mojokerto.

IM.com – Potensi wisata dan budaya di Kabupaten Mojokerto rupanya menarik perhatian pemerintah pusat. Belum lama ini, pemerintah pusat menyuntik dana segar sebesar Rp 625 juta untuk pengembangan non fisik di sektor pariwisata, seperti peningkatan kualitas sumber daya manusia atau pramuwisata di Kabupaten Mojokerto.

Dana itu kini dikelola Disparpora Kabupaten Mojokerto. Penggunaan dana tersebut difokuskan untuk pelatihan pemandu wisata dan budaya yang akan mempromosikan potensi wisata di Kabupaten Mojokerto.

Sepanjang tahun 2019 sampai Agustus ini, Disparpora telah menggelar dua kegiatan pelatihan pemandu wisata dan budaya. Untuk kegiatan yang ketiga saat ini sedang berlangsung di Hotel Grand Wizh Trawas, Mojokerto hingga Kamis besok (29/8/2019).

Pelatihan ini diikuti sekitar 60 peserta. Dari pelaku usaha pariwisata, Paguyuban Duta Wisata Gus & Yuk Kabupaten Mojokerto sampai masyarakat umum.


“Ini program pemerintah pusat. Harapannya bisa meningkatkan kunjungan mencapai 20 juta wisatawan,” papar Sekretaris Disparpora Kabupaten Mojokerto, Sudiono, Rabu (28/8/2019).

Dari pelatihan ini nantinya, tiga peserta terbaik akan direkrut Disparpora. Tiga orang itu akan ditetapkan sebagai pemandu di beberapa objek wisata di Kabupaten Mojokerto.

“Tugasnya juga untuk membantu promosi wisata di Kabupaten Mojokerto,” ujarnya.

Sudiono berharap, seluruh peserta dapat menyerap materi pelatihan dengan baik. Sehingga semuanya nanti juga bisa ikut andil mempromosikan wisata di Bumi Majapahit.

“Semua peserta diharapkan dapat membantu promosi wisata di kabuoaten Mojokerto” tuturnya.

Pada hari ini, Wakil Bupati Mojokerto Pungkasiadi juga sedang mengikuti kegiatan sarasehan berkaitan dengan promosi wisata yang digelar Disparpora di Ubalan Waterpark Pacet, Rabu (28/8/2019). Dalam kegiatan itu, Wabup menekankan pentingnya memberikan edukasi wisata di Kabupaten Mojokerto kepada anak sejak dini.

“Saya selalu pesan bahwa wisata harus dikenal dulu di kalangan sendiri. Anak-anak kita juga harus kenal dengan potensi daerahnya. Kalau bisa ini jadi program wajib di sekolah. Saya pesan pada kepala sekolah, kalau mau mengenalkan wisata ke peserta didik, Pemkab siap memfasilitasi. Kita ada dua unit bus sebagai akomodasi yang bisa dimanfaatkan,” kata Wabup Pungkasiadi.

Wabup membahas beberapa area wisata andalan Kabupaten Mokokerto yang layak dikunjungi dan dipromosikan. Antara lain Petirtaan Jolotundo, Kampung Organik Brenjonk, Taman Ghanjaran, Padusan, dan lainnya.

Menurutnya, keunikan dan nilai historis yang ada di setiap lokasi wisata di Kabupaten Mojokerto menjadi keistimewaan tersendiri yang harus diunggulkan. Keunggulan itu, lanjut wabup, juga bisa ditonjolkan dalam setiap kesempatan event-event pariwisata berskala nasional yang diikuti Kabupaten Mojokerto.

“Kebetulan tanggal 29 Agustus besok, saya dan rombongan akan presentasi di Jakarta tentang kebudayaan dan kearifan lokal Majapahit. Baik benda, maupun non benda. Saya minta doa agar kebudayaan kita khususnya Majapahit, makin dikenal baik nasional maupun internasional,” demikian Wabup Mojokerto Pungkasiadi. (im)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here