Ikfina Fahmawati dan Muhammad Al Barra mendeklarasikan diri sebagai pasangan bakal Cabu-Cawabup Mojokerto 2020-2025 di aula Kampus Institut KH Abdul Chalimdi, Desa Bendungan Jati,Kecamatan Pacet,Kabupaten Mojokerto, Senin (27/1/2020).

IM.com – Munculnya duet Ikfina Fahmawati-Muhammad Al Barra yang meriuhkan kontestasi Pilkada Mojokerto 2020 bukan hanya karena deklarasi pencalonan, Senin (27/1/2020) lalu menuai beragam respons dari publik. Lebih dari itu, deklarasi Ikfina-Barrra sebagai bentuk keseriusan maju di Pilkada membuat kasak-kusuk di berbagai kalangan terkait manuver mereka untuk menyapu tiket partai politik menjadi kian nyaring.

Isu upaya pihak Ikfina merebut mayoritas, bahkan rekomendasi seluruh parpol, sudah mengemuka sejak muncul sinyal istri mantan Bupati Mojokerto Mustofa Kamal Pasa itu akan ikut bertarung dalam Pilkada Serentak 2020. Rumor itu pun terus berkembang dan menjadi pembicaraan di kalangan elit politik hingga forum masyarakat di media sosial. (Baca: Hadang Manuver Ikfina-Barra, Politisi Gerindra Ini Nyatakan Maju Cawabup).

Namun kasak-kusuk rupanya tidak terlalu mengusik tim pemenangan Ikfina-Barra. Kubu pasangan yang mengusung akronim IKBAR itu memiliki anggapan tinggi sehingga berani mengabaikan pro kontra yang berkembang di masyarakat soal manuver merebut rekom seluruh partai.

“Sebenarnya, tidak serta merta kami yang selalu mengejar rekom partai. Tetapi banyak partai juga yang datang ke kami,” kata tim pemenangan Ikfina-Barra, Agus Basuki.  Sayangnya, Agus tak mau menyebut partai apa saja yang sudah meminang Ikfina-Barra.


“Ini menyangkut harga diri partai,” ucapnya. Namun Agus membenarkan jika PPP merupakan salah satu partai yang dimaksud pernah mendekati mereka.

Menurut Agus adanya upaya beberapa partai melakukan pendekatan dengan Ikfina-Barra karena alasan yang sangat logis yakni tingginya elektabilitas pasangan ini. Berkaca pada dinamika politik Pilkada Kabupaten Mojokerto itulah, Agus berasumsi partai tidak mau mengambil resiko memilih calon lain yang kemungkinan kalah melawan Ikfina-Barra pada Pilkada serentak 2020 nanti.

“Partai pasti tidak ingin menjadi opisisi kan. Tentu akan mendukung yang paling berpeluang menang,” ujar Agus yakin.

Karena itu, Agus sangat yakin pasangan calon yang diusungnya akan mampu memborong tiket parpol penghuni Gedung DPRD Kabupaten Mojokerto.

“Semuanya, 50 kursi di DPRD itu (akan mendukung) Ikfina-Barra. Semua partai bisa melihat kualitas dan elektabilitas calon kami (Ikfina-Barra),” kata tim pemenangan Ikfina-Barra, Agus Basuki.

Semua partai yang diklaim Agus tersebut juga termasuk dua parpol pemilik kursi terbanyak di DPRD, PKB (10) dan PDIP (9). Pihak Ikfina bahkan berani mengesampingkan peluang Bupati petahana, Pungkasiadi, dalam perebutan rekoemendasi dari PDIP.

Agus menyebut posisi Pungkasiadi sebagai Ketua DPC PDIP Kabupaten Mojokerto tidak menjamin sang petahana bisa memperoleh rekom dari DPP partainya. Ia sesumbar Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri akan lebih melirik pasangan Ikfina-Barra yang diklaim memiliki kapabilitas dan tingginya elektabilitas tinggi dibanding calon lain.

“Bu Mega tentu akan melihat kemampuan dan elektabilitas calon yang akan diusung. Apalagi, PDIP dengan 9 kursi tidak bisa mengusung calon sendirian, harus berkoalisi. Mudah-mudahan (pasangan Ikfina-Barra) ini benar-benar menjadi pertimbangan Bu Mega,” tuturnya. (im)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here