Pasnagan Ikfina Fahmawati-Muhammad Al Barra menerima rekomendasi dari Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono didampingi Ketua DPD PD Jatim Renville Antonio dan Ketua DPC Kabupaten Mojokerto Ayub Busono L di Kantor DPP PD, Jakarta, Selasa sore (14/7/2020)

IM.com – Satu rekom resmi dikantongi pasangan Ikfina Fahmawati-Muhammad Al Barra dari Partai Demokrat. Dengan demikian, duet ini butuh rekom dari parpol atau koalisi yang memiliki minimal 5 kursi lagi untuk bisa melenggang di Pilkada Kabupaten Mojokerto 2020.

Rekomendasi Partai pemilik 5 kursi DPRD Kabupaten Mojokerto itu diserahkan langsung oleh Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) kepada pasangan Ikfina-Barra. Serah terima rekom ini disaksikan oleh jajaran pengurus DPD dan Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Mojokerto, Ayub Busono L.

“Saya Agus Harimurti Yudhoyono, Ketua Umum Partai Demokrat secara resmi menyerahkan rekomendasi Pilkada Kabupaten Mojokerto tahun 2020 kepada Ibu Ikfina Fahmawati dan Bapak Muhammad Al Barra,” kata AHY dalam sambutan penyerahan rekom di Kantor DPP PD, Jakarta, Selasa sore (14/7/2020)

AHY berharap Ikfina-Barra bisa memenangkan Pilkada Kabupaten Mojokerto. Putra sulung mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu meminta sekuruh pengurus Partai Demokrat Jatim dan Kabupaten Mojokerto bekerja keras membantu pasangan ini mewujudkan harapan tersebut.


“Saya mengintruksikan pengurus DPD Partai Demokrati Jatim dan DPC Kabupaten Mojokerto bekerja maksimal dalam kampanye untuk mensukseskan pasangan Ikfina-Barra menjadi pemimpin di Kabupaten Mojokerto,” ujar AHY.

Pada kesempatan itu, AHY juga menyerahkan rekom untuk pasangan calon di dua daerah lain. Yakni Fandi Akhmad Yani (Gus Yani) dan Aminatun Habibah (Ning Min) di Pilkada Gresik dan Fattah Jasin-Mohammad Ali Fikri A. Warits di Pilkada Sumenep.

“Sejauh ini survei mereka masih berada di posisi teratas. Kami cukup optimistis pasangan ini mendapat respon positif dari rakyat di daerah,” kata Ketua DPD Partai Partai Demokrat Jatim, Renville Antonio usai serah terima rekom.

Alasan kedua Demokrat memilih Ikfina-Barra karena pertimbangan peta koalisi partai. Menurut Renville, sejumlah parpol yang akan berkoalisi dengan partainya di Pilkada Mojokerto sepakat mengusung pasangan tersebut.

“Sebelum menjatuhkan rekomendasi, kami sudah berbicara dengan partai lain yang akan berkoalisi,” kata Renville. Namun Bendahara Umum PD itu tak mau membocorkan partai apa saja yang akan berada dalam satu gerbong dengan Demokrat di Pilkada Kabupaten Mojokerto.

Video Pidato Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono saat penyerahan rekom kepad aIkfina Fahmawati-Muhammad Al Barra:

 

Tarik Ulur Rekom PPP, PKB dan PDIP

Dukungan dari partai dan koalisi memang menentukan peta kekuatan pasangan calon, tak terkecuali untuk di Pilkada Kabupaten Mojokerto 2020. Seorang sumber di tim pemenangan IKBAR menyebutkan, saat ini ada yang berseberangan pendapat dan misi dengan KH Asep Saifuddin Chalim, ayah bawacabup Muhammad Al Barra sekaligus penyokong utama pasangan itu.

Kiai Asep sangat menghendaki hanya ada satu pasangan yang akan bertarung dengan anaknya di Pilkada Mojokerto, sehingga berupaya merebut rekomendasi mayoritas partai. Sementara elit internal IKBAR yang berbeda pandangan mengingnkan agar ada dua kontestan rival.

Dukungan yang sudah resmi dikantongi Ikfina-Barra selain Demokrat, sejauh ini berasal dari PAN (2 kursi). Tiket itu diterima pasangan bakal calon yang diakronimkan IKBAR dari Bendahara Umum PAN Totok Daryanto di Yogyakarta pada April 2020 lalu.

Sumber lain menyebutkan jika IKBAR sesungguhnya sudah mengantongi rekom dari dua partai lain yakni Hanura dan Nasdem. Jika diakumulasi kursi dari Demokrat, PAN, Hanura dan NasDem berjumlah 11, sudah cukup untuk mendaftarkan pasangan calon ke KPU Kabupaten Mojokerto.

Pilkada Mojokerto 2020 mensyaratkan para bakal calon mengantongi minimal 10 kursi parlemen dari partai atau gabungan parpol agar bisa lolos menjadi pasangan cabup-cawabup.

Informasinya, ada rekom dari dua partai lagi untuk IKBAR yang sedang dalam perjalanan ke Mojokerto. Yakni PKS dan Gerindra yang memiliki total 7 kursi.

“Rekom PKS sebenarnya sudah turun, tapi ada penulisan nama yang keliru. Jadi harus direvisi. Dan Gerindra sedang dalam perjalanan,” ungkap sumber tersebut.

Belakangan, Sekretaris DPD PKS Kabupaten Mojokerto, Kaiyan meluruskan kabar tersebut. Ia menyatakan, rekom PKS yang valid sudah diserahkan kepada pasangan IKBAR pada Mei 2020 lalu.

Namun demikian, IKBAR masih berhasrat merebut rekom dari pemegang 5 kursi dewan, PPP. Ini juga bagian dari manuver untuk memuluskan misi mewujudkan satu saja pesaing Ikfina-Barra.

Akan tetapi upaya ini mendapat perlawanan keras dari pasangan Yoko Priyono-Chairunnisa (YONI) yang disokong penuh oleh Ketua DPC PPP Khusairin. Anggota DPRD Kabupaten Mojokerto itu menyatakan, klaim dan dukungan dari 16 PAC ke pasangan IKBAR hanya manuver untuk meruntuhkan soliditas partainya demi mendapatkan rekom.

“Padahal rekom sudah turun (untuk YONI), tinggal menunggu surat resminya. Kita nanti akan berkoalisi dengan Golkar dan membuka pintu untuk partai lain yang ingin bergabung,” tandas Khusairin.

Rekom Partai Golkar memang sudah resmi diberikan kepada pasangan YONI pada, Minggu (12/7/2020). Sementara tiket dari dua partai teratas, PKB dan PDIP masih tarik ulur dengan bakal calon petahana, Pungkasiadi. (im)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here