Warga Binaan Lapas Klas IIB Mojokerto. Foto: Dok/Martin

IM.com – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIB Mojokerto menjadi klaster baru penularan Covid-19. Itu setelah 9 pegawai, 4 narapidana dan satu orang tahanan di tempat itu dinyatakan terjangkit virus corona.

Ke-14 orang tersebut terkonfirmasi positif berdasarkan hasil rapid test dan tes swab massal kepada 85 pegawai serta 647 narapidana dan tahanan Lapas, pekan lalu.

“Dari hasil rapid test diketahui beberapa orang reaktif. Setelah dites swab terkonfirmasi 14 yang positif,” kata Kepala Lapas Klas IIB Mojokerto, Wahyu Susetyo, Selasa (25/8/2020).

Semua orang yang dinyatakan positif Covid-19 sudah dikarantina. Lima pegawai menjalani isolasi mandiri di rumah, tiga petugas dikarantina di rumah dinas lantaran mereka berasal dari luar daerah serta satu orang lain dikarantina di Rusunawa Cinde, Prajuritkulon.


Sedangkan tempat karantina untuk lima narapidana dibagi dua yakni di lapas dan Balai Diklat Pemkot Mojokerto.

Pihak Lapas bersama Satgas Penanganan Covid-19 Kota Mojokerto masih menelusuri sumber penyebaran corona di Lapas Mojokerto. Wahyu menduga, potensi penularan virus ke terpidana berasal dari kiriman makanan dari luar penjara.

“Untuk itu, kami akan memperketat protokol kesehatan untuk mencegah virus menyebar lagi. Aturan ini berlaku bagi pegawai dan warga binaan di dalam lapas dan pihak keluarga yang menjenguk dan mengirim makanan ke dalam lapas,” tandas Wahyu.

Selain melacak sumber penularan, Satgas Covid-19 melakukan tracing di kawasan Klaster  Lapas Mojokerto. Suplai vitamin dan probiotik kepada 14 orang positif corona yang menjalani karantina tadi juga dilakukan.

“Sudah dilaporkan juga oleh Kadinkes bahwa muncul kluster baru di Lapas Mojokerto yang pastinya Pemkot akan melakukan Tracing dan lebih lanjut akan kami update lagi,” ujar Juru Bicara Satgas Covid-19 Pemkot Mojokerto, Gaguk Tri Prasetyo. (im)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here