Pasangan Pungkasiadi (kiri) dan Titik Masudah (kanan) konvoi bersama para pendukungnya dengan bersepeda onthel dari Kantor DPC PKB Kabupaten Mojokerto ke Kantor KPU setempat untuk mendaftar sebagai bakal pasangan calon di Pilkada serentak 2020, Minggu (6/9/2020) lalu.

IM.com – Kubu bakal pasangan calon Bupati dan Wakil Mojokerto, Pungkasiadi-Titik Masudah berkelit soal mobilisasi massa saat mendaftar ke KPU yang dianggap tidak mengindahkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Tim bacabup petahana mengaku tidak pernah merancang konvoi pendukung hingga menimbulkan kerumunan orang seperti yang terlihat pada saat pendaftaran Minggu (6/9/2020) lalu.

Ketua Tim Pemenangan Pungkasiadi-Titik Masudah (Putih), M Irsyad Azhar menegaskan, pihaknya tak pernah merencanakan mobilisasi massa untuk mengantar kandidatnya mendaftar ke KPU Kabupaten Mojokerto. Menurutnya, para simpatisan dan pendukung pasangan dari koalisi PKB, PDI Perjuangan dan PBB itu yang berinisiatif datang sendiri tanpa diundang.

“Konvoi massa itu bukan unsur kesengajaan. Tapi kader partai, pendukung dan relawan inisiatif sendiri datang ke Kantor DPC PKB untuk ikut mengantar Mas Pung-Mbak Titik, tidak bisa kami cegah,” kata Irsyad kepada wartawan, Selasa (8/9/2020).

Selain yang ikut berangkat dari kantor PKB, Irsyad menyebut, banyak faktor tak terduga dan tidak bisa dihindari yang menyebabkan kerumunan massa. Misalnya sebagian pendukung yang langsung datang ke Kantor KPU.

“Jadinya kerumunan massa di beberapa titik tidak bisa dihindari. Mau bagaimana lagi,” ujar Sekretaris DPC PKB Kabupaten Mojokerto itu.

Seperti diberitakan, pasangan Pungkasiadi-Titik mendaftar sebagai bakal pasangan calon ke kantor KPU Kabupaten Mojokerto, Minggu (6/9/2020). Mereka berangkat dari markas DPC PKB Kabupaten Mojokerto ke Kantor KPU Kabupaten Mojokerto dengan arak-arakan pendukung bersepeda gowes dan motor serta diiringi pertunjukan kesenian Bantengan serta Shalawat Banjari. (Baca: Daftar ke KPU Terakhir, Putih Pamer Semangat Nasionalis-Relijius).

Aksi tersebut rupanya langsung mendapat teguran dari Kementerian Dalam Negeri pada Senin (8/9/2020). Pasalnya, mobilisasi dan konvoi massa pendukung itu menimbulkan kerumunan dan melanggar protokol kesehatan.

Apalagi sebagai bakal calon petahana, Bupati Pungkasiadi seharusnya memberi contoh positif dalam penerapan disiplin kesehatan. Selain ikut bertanggungjawab atas keselamatan kesehatan masyarakat dan kelancaran pelaksanaan tahapan Pilkada serentak 2020. (Baca: Pendaftaran Bapaslon Marak Konvoi, Kemendagri Tegur 51 Kepala Daerah).

Irsyad menandaskan, hal penting itu sesungguhnya telah menjadi perhatian Pungkasiadi. Jelang pendaftaran ke KPU, lanjutnya, sang calon petahana yang diusung PDIP itu sudah meminta agar rombongan yang ikut sesuai ketetapan KPU saja. Yakni Ketua dan Sekretaris partai pendukung serta Liaison Officer (LO).

“Bapak Bupati juga mewanti-wanti agar semuanya memakai masker dan tetap mematuhi protokol kesehatan. Di Kantor DPC PKB kami sudah sediakan tempat cuci tangan. Bahkan kami bagi-bagi masker di sepanjang jalan menuju KPU,” tandas Irsyad.  (im)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here