Calon Wakil Bupati Mojokerto Titik Masudah semakin masif kampanya tatap muka dengan masyarakat dan tim buzzernya kian membanjiri media sosial. Foto: Tim Pemenangan Mas Pung-Mbak Titik.

IM.com – Pilkada di tengah situasi pandemi Covid-19 memaksa para calon kepala daerah beserta tim pemenangannya menyusun strategi kampanye yang kreatif.

Sosialisasi dan propaganda pencitraan lewat media sosial salah satu cara ampuh untuk menarik perhatian masyarakat, seperti yang belakangan gencar dilakukan relawan calon wakil Bupati Mojokerto Titik Masudah.

Namun pergerakan lincah Titik dalam kampanye tatap muka maupun lewat jejaring sosial nampak belum bisa diimbangi pasangannya, sang cabup petahana Pungkasiadi.

Sejak masa kampanye dibuka pada 26 September 2020 lalu, pergerakan Pungkasiadi turun ke masyarakat untuk sekadar sosialisasi pencalonan hingga menampung aspirasi tidak banyak terdengar. Apalagi dalam upaya bertukar pikiran dengan warga untuk membangun masa depan Kabupaten Mojokerto.

“Untuk tim yang mengawal Mas Pung masih ada yang perlu ditata lagi,” ujar M Irsyad, Ketua Tim Pemenangan Mas Pung-Mbak Titik kepada inilahmojokerto.com, Selasa (13/10/2020) malam.

Padahal, biasanya yang paling sering ditunggu publik dari seorang calon petahana, adalah sosialisasi misi inovatif guna melanjutkan program pemerintahan yang sudah berjalan baik. Hal itu diperkuat dengan letupan ide segar untuk meluncurkan program pembangunan yang baru.

“Belum, tunggu satu minggu ke depan akan ada perubahan. Sudah mulai mensosialisasikan visi-misi dan program,” jelas Irsyad.

Selain itu, langkah Pungkasiadi untuk menggaet simpati calon pemilu bisa dibilang jauh dari masif jika dikaitkan dengan citra dan rekam jejak politiknya yang tergolong masih minim. Gaya kampanye Pungkasiadi yang terkesan mlempem tidak sejalan dengan upaya mendongkrak popularitas ketokohannya sebagai Bupati Mojokerto yang kurang menancap kuat di kalangan masyarakat arus bawah.

“Kesannya seperti itu ya, nanti kita perbaiki. Setiap saat kita evaluasi model dan strategi kampanye Mas Pung dan Mbak Titik,” tandas Irsyad.

Situasi yang lebih serius terjadi pada sosok Pungkasiadi sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan. Figurnya di kader grassroot partai peraih suara terbanyak kedua pada Pemilu Legislatif 2019 di Kabupaten Mojokerto tidak begitu mengakar.

Dengan situasi seperti itu, malah cawabup Titik Masudah yang terlihat gesit selama dua pekan lebih masa kampanye.  Adik kandung Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Ida Fauziah itu lebih masif turun menemui konstituen.

Demikian pula tim pemenangan dan relawan dari parpol pengusungnya, Partai Kebangkitan Bangsa, yang kian gencar mempropagandakan safari politik Titik hingga menenggelamkan pergerakan Pungkasiadi. Tim medsos dengan beragam akun buzzer seperti Tawon Ijo, Tawon Alas dan lainnya kian mendominasi postingan safari politik cawabup putri Kedungmaling, Kecamatan Sooko, Mojokerto itu.

Irsyad membantah jika ada perpecahan di internal tim sukses Pung-Titik. Menurutnya, perbedaan mencolok pergerakan Pung dan Titik maupun mesin politiknya itu hanya karena gaya kepemimpinan kedua kandidat tidak sama.

“Mas Pung ini memang orangnya kalem, sedangkan Mbak Titik kan milenial, jadi lebih gesit dan energik. Kalau timnya jadi satu, tapi memang ada yang beda. Beberapa bagian di sisi Mas Pung yang masih perlu disempurnakan,” tutur Sekretaris DPC PKB Kabupaten Mojokerto ini.

Irsyad menegaskan, pilihannya membanjiri medsos dengan pencitraan Titik Masudah  adalah bagian dari strategi kampanye. Ia menyebut, , sosialisasi lewat jejaring sosial memang cukup efektif untuk menjaring masyarakat, khususnya kalangan milenial dan kelas menengah. Selain karena pandemi Covid-19 yang membatasi kampanye tatap muka.

“Itu sudah berdasar kajian. Ini kan perang udara, kampanye medsos ini efektif menarik masyarakat kelas menengah. Soal materinya tergantung aktivitas kampanye harian kandidat dan kreativitas tim medsos,” pungkasnya. (im)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here