Dalam sehari, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Ida Fauziyah melakukan tiga agenda di tempat berbeda, antara lain berdialog dengan warga penerima bantuan subsidi upah (BSU) dari Kecamatan Pungging, dan menyerahkan bantuan Jaring Pengaman Sosial (JPS) kepada kelompok perempuan tenaga kerja mandiri di Hotel Royal Trawas, Mojokerto, Jumat (23/10/2020).

IM.com – Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Ida Fauziyah, melakukan serangkaian agenda dengan beberapa komunitas masyarakat di Kabupaten Mojokerto, Jumat (23/10/2020). Selain menjalankan program kerja, kegiatan Ida bersama masyarakat lintas sektoral bisa menarik simpati untuk bagi sang adik Titik Masudah yang saat ini tengah maju sebagai Calon Wakil Bupati di daerah itu.

Ada tiga kegiatan yang dilakukan Ida Fauziyah dalam agenda kerjanya di Bumi Majapahit kali ini. Ketiga agenda itu berpotensi mendatangkan simpati masyarakat konstituen di Pilkada Kabupaten Mojokerto 2020. Secara politis, potensi dukungan itu tentu akan mengarah ke adik kandung Menaker, Titik Masudah yang menjadi pendamping Cabup incumbent, Pungkasiadi.

Ketua Tim Pemenangan Pungkasiadi-Titik, M Irsyad Azhar, menyangkal spekulasi politis tersebut. Menurutnya, kegiatan Menaker Ida Fauziyah ke Kabupaten Mojokerto tidak ada hubungannya dengan pencalonan Titik Masudah.

“Kedatangan Menaker ke Mojokerto adalah agenda resmi kementerian,” ucap Irsyad.


Agenda kerja ida Fauziyah ke Mojokerto diawali dengan penyerahan bantuan tenaga kerja mandiri jaring pengaman sosial (JPS) bagi kelompok perempuan tenaga kerja mandiri di Hotel Royal, Kecamatan Trawas. Bantuan diserahkan kepada 15 Kelompok Perempuan masing-masing Rp 40 juta. Ada 20 orang per kelompok, maka setiap penerima memperoleh Rp 2 juta.

“Bantuan uang tunai bagi masyarakat yang sudah terdaftar sebagai penerima bantuan JPS untuk modal usaha, membeli peralatan, dan untuk modal pelatihan,” kata Ida Fauziyah.

Ida menjelaskan, kementeriannya memberikan kemudahan bagi masyarakat yang ingin mendapatkan manfaat program TKM. Yakni dengan membentuk kelompok dan menyerahkan surat keterangan dari desa.

“Surat pernyataan dari desa untuk membuktikan bahwa kelompok itu benar-benar ada di desanya. Sedangkan jenis usaha tergantung kelompok dan kearifan lokal,” tegas Ida.

Ia menambahkan, program ini sudah berjalan 40% dari total 12.500 kelompok penerima. Pihaknya berharap, bantuan ini dapat menyentuh masyarakat wirausaha mandiri yang terdampak Pandemi Covid-19.

“Untuk membantu menghidupkan kembali wirausaha yang mereka tekuni,” ujar menteri kelahiran Mojokerto ini.

Salah satu penerima bantuan JPS, Nur Akromah, menyambut baik atas penyerahan bantuan dari Kemenaker. Ia mengatakan, dukungan ini akan memberi dampak penting bagi kelompok perempuan untuk mengasah keterampilan dan mengembangkan usaha dalam rangka menyokong ekonomi keluarga.

Dari Trawas, Ida beserta rombongan Kemenaker turun ke Kecamatan Pungging. Agendanya langsung berkunjung langsung ke dua rumah warga penerima bantuan subsidi upah (BSU).

Mereka ialah Sokib, Suwarno, Kusnudin, dan Moh.Zainy, yang tercatat sebagai buruh pabrik rotan di PT. Kurnia Anggun. Dalam kesempatan itu, Menaker lebih banyak mendengarkan aspirasi masyarakat.

“Mereka bercerita bagaimana menjaga kesabaran dalam menghadapi hidup di tengah pandemi Covid-19 dan manfaat dari program BSU. Lalu menyampaikan harapan mereka terhadap Pemerintah. Itu juga harapan kita bersama untuk hidup lebih baik lagi,” tutur Ida.

Selanjutnya, agenda terakhir Ida Fauziyah adalah membuka Indonesia Digital Entrepreneurship Summit, di Hotel Ayola, Kota Mojokerto, Jumat (23/10/2020). Dalam sambutannya, Ida mengatakan,  acara ini bisa menjadi angin segar bagi  komunitas pelaku wirausaha kecil dan menengah untuk  mengembangkan usahanya dengan basis teknologi informasi (IT) atau digital.

“Dengan perkembangan teknologi saat ini, pekerjaan menjadi sangat fleksibel dan efisien baik secara waktu maupun tempat. Sehingga sangat tepat jika pelaku usaha memanfaatkannya untuk berkembang  melalui digital startup,” terangnya.

Ia berharap pelaku wirausaha di Indonesia siap bertransformasi ke dalam digital entrepreneur sebagai salah satu ujung tombak pemulihan perekonomian di era digitalisasi dan bonus demografi pasca pandemi.

Selain masyarakat enterpreneur, Kemenaker juga memberi perhatian pada tantangan transformasi tekonologi bagi angkatan kerja baru. Ida mengungkapkan, pemerintah perlu mereka  yang kebanyakan berpendidikan rendah untuk menghadapi tantangan revolusi Industri 4.0 yang mengedepankan kemajuan IT.

“Kami mengembangkan kurikulum pelatihan yang berfokus pada aspek human digital dengan metode pembelajaran yang mengoptimalkan teknologi (blended learning),” jelasnya.

Sementara itu, Dirjen Binapenta dan PKK, Suhartono menyampaikan bahwa melihat besarnya potensi dari revolusi digital di Indonesia. Ia berharap nantinya dapat menjadi katalisator untuk semakin tumbuhnya digital enterpreneurship khususnya di Mojokerto dan di Provinsi Jawa Timur. (im)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here