Tiga perempuan yang bertarung di Pilkada Kabupaten Mojokerto 2020. Dari kiri Calon Bupati Ikfina Fahmawati dan dua Calon Wakil Bupati Chairun Nisa serta Titik Masudah.

IM.com – Perempuan meramaikan bursa calon kepala daerah dan wakil kepala daerah di Jawa Timur. Pilkada Kabupaten Mojokerto paling banyak melahirkan kandidat pemimpin dari kaum hawa.

Dari 19 Pilkada serentak 2020 di Jatim, tercatat ada 15 kandidat dari kalangan perempuan yang ikut di bersaing. Tujuh orang calon bupati dan delapan cawabup.

Tiga di antara mereka bertarung di Pilkada Kabupaten Mojokerto yakni cabup Ikfina Fahmawati serta dua cawabup Chairun Nisa dan Titik Masudah. Ikfina berpasangan dengan cawabup Muhammad Al Barra diusung enam parpol, Partai Demokrat, PKS, NasDem, Gerindra, PAN dan Hanura.

Sedangkan cawabup Chairun Nisa digandeng cabup Yoko Priyono yang diberangkatkan dua parpol, Golkar dan PPP. Serta Titik Masudah, adik kandung Menteri Tenaga Kerja (Menaker) Ida Fauziah yang berduet dengan kandidat petahana Puungkasiadi dijagokan tiga parpol parlemen, PKB, PDIP dan PBB.


Pengamat Politik Universitas Brawijaya (UB) Tri Hendra Wahyudi menilai, banyaknya calon kepala daerah maupun wakil yang maju di Pilkada serrentak 2020 ini membawa angin segar bagi iklim politik di Jatim. Fenomena tersebut juga memperkuat bukti provinsi ini merupakan kancah politik yang ramah pemimpin perempuan.

“Saat ini ada 13 pemimpin perempuan di Jatim, termasuk gubernurnya. Jumlah ini yang terbanyak di antara seluruh provinsi di Indonesia. Kalau secara nasional, total ada 79 pemimpin perempuan,” dosen ilmu politik FISIP UB itu.

Menariknya lagi, kata Tri Hendra, para calon kepala daerah perempuan ini memiliki latar belakang beragam. Mulai politisi, pengusaha, petahana, istri mantan kepala daerah sampai aktivis organisasi kemasyarakatan.

“Potensi calon perempuan ini cukup besar. Mereka juga tidak jauh dari lingkaran elit saat ini,” kata Ketua Pusat Kajian Pemilu dan Demokrasi UB itu. (im)

Berikut 15 Cabup-Cawabup Perempuan pada Pilkada Serentak 2020 di Jatim:

  1. Ikfina Fatmawati (Cabup Mojokerto)

Istri mantan Bupati Mojokerto Muhamad Kamal Pasa ini maju dikenal pandai dan komunikatif. Sisa kekuatan massa pendukung suaminya pada dua pilkada sebelumnya diyakini masih dapat mendulang suara bagi pasangan Ikfina-Barra pada Pilkada 2020 ini.

  1. Faida (Cabup Jember)

Faida mencalonkan kembali sebagai Bupati Jember. Alumnus Universitas Airlangga ini sebelumnya menjabat Bupati Jember 2016-2021. Perempuan kelahiran Malang ini mencalonkan lewat jalur independent. Dia akan bertarung melawan calon-calon yang diusung koalisi partai.

  1. Kartika Hidayati (Cabup Lamongan)

Kartika Hidayati yang saat ini menjabat Wakil Bupati Lamongan, akan maju sebagai calon Bupati Lamongan di pilkada 2020 ini. Mantan anggota DPRD Provinsi Jatim ini seorang politikus dari PKB. Kartika juga Ketua PC Muslimat NU Lamongan.

  1. Lathifah Shohib (Cabup Malang)

Lathifah menggeser posisi calon yang sebelumnya mencuat akan diusung PKB, dr Umar Usman. Meski Lathifah sendiri cukup kuat di Malang, sebagaimana dia mendulang suara masyarakat Malang saat dirinya terpilih sebagai DRI RI dari Malang. Disebut-sebut Ketua PC Muslimat Kabupaten Malang ini dominan mendapatkan dukungan dari basis massa NU.

  1. Khozanah Hidayati (Cabup Tuban)

Akrab disapa mbak Ana, anggota DPRD Provinsi Jatim ini siap bertarung di pilkada Tuban 2020. Politisi PKB ini disebut-sebut didukung basis masa kalangan NU, tapi baru mendapatkan rekom dari partai itu pada awal September 2020.

  1. Rini Syarifah (Cabup Blitar)

Dalam kurun waktu satu dekade terakhir, baru ada Rini yang maju sebagai calon Bupati Blitar. Profilnya sebagai pengusaha, akan berhadapan dengan lawannya yang merupakan petahana.

  1. Ipuk Fiestiandani (Cabup Banyuwangi)
Ipuk Fiestiandani (kiri), Calon Bupati Banyuwangi yang juga istri Bupati petahana, Abdullah Azwar Anas saat bersama Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (kanan).

Istri Bupati Banyuwangi Azwar Anas ini dikenal memiliki kemampuan manajerial yang mumpuni dan inovatif. Keunggulan itu diharapkan dapat melanjutkan program-program yang dilaksanakan Anas untuk kemajuan Banyuwangi. Ipuk membuktikannya ketika menjadi Ketua Tim Penggerak PKK Banyuwangi dengan mencetuskan gagasan program pendataan keluarga dengan sistem online yang cukup sukses.

  1. Chairun Nisa (Cawabup Mojokerto)

Nama Chairun Nisa tidak asing bagi masyarakat Mojokerto. Dia pernah menjadi Wakil Bupati para periode pertama kepemimpinan Mustofa Kamal Pasa. Nisa memutuskan maju sebagai bakal cabup melawan petahana pada Pilkada 2015, namun langkahnya kandas di tengah jalan setelah KPU memutuskan istri mantan Ketua PCNU Kabupaten Mojokerto itu tidak memenuhi syarat pencalonan.

  1. Titik Masudah (Cawabup Mojokerto)

Titik Masudah merupakan adik dari Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziah yang sekarang menjabat Sekretaris 1 DPP Perempuan Bangsa (PB), salah satu badan otonom PKB.

  1. Dwi Astutik (Cawabup Sidoarjo)

Nama besar Dwi Astutik berasal dari organisasi Muslimat NU. Ia juga dikenal di ranah pendidikan karena menjabat Ketua Forum PAUD Jatim.

  1. Aminatun Habibah, M.Pd (Cawabup Gersik)

Aminatun dikenal sebagai aktivis pendidikan dan NU tulen. Ning Min sapaan akrabnya, aktif di fatayat, muslimat, dan menjabat Wakil Sekretaris PW Ma’arif NU Jatim.

  1. Dewi Maria Ulfa (Cawabup Kediri)

Dewi merupakan Ketua PC Fatayat NU Kabupaten Kediri. Dia berpasangan dengan Cabup Hanindhito Himawan Pramana. Paslon ini akan bertarung melawan kotak kosong karena merupakan calon tunggal di pilkada Kabupaten Kediri 2020.

13. Lisdyarita (Cawabup Ponorogo)

Lisdyarita (kanan) saat menerima surat rekomendasi dari PDI Perjuangan sebagai Cawabup Ponorogo.

Cawabup yang karib dipanggil Mbak Rita merupakan pengusaha asli Ponorogo, tapi juga berkecimpung di dunia politik. Ia sempat menjabat Ketua DPD Perindo Ponorogo sebelum sekarang menduduki kursi Wakil Ketua DPC PDIP Ponorogo.

14. Dewi Khalifah (Cawabup Sumenep)

Perempuan yang akrab disapa Nyai Eva merupakan perempuan yang akrab dengan kaum santri dan santriwati. Dia juga menjabat Ketua PC Muslimat NU Sumenep 2015-2020. Nyai Eva juga seorang pengasuh pondok pesantren Aqidah Al-Usymuni Sumenep.

15. Khoirani (Cawabup Situbondo)

Di Situbondo, dia dikenal sebagai Nyai Khoirani. Namun dia juga sudah lama berkiprah di dunia politik dan menjadi wakil rakyat sebagai anggota DPRD Kabupaten Situbondo selama dua periode.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here