Kasat Reskrim Polres Mojokerto AKP Rifaldhy Hangga Putra.

IM.com – Teka-teki meninggalnya Ananda Putra Wiyanto (18), pemuda warga Dusun Soso, Desa Cepokolimo, Kecamatan Pacet, masih dalam penyelidikan Satreksrim Polres Mojokerto. Untuk kepentingan penyelidikan, polisi  melakukan pembongkaran makam dan autopsi jenazah korban.

Autoposi jenazah Nanda dilakukan langsung di pemakaman, TPU Dusun Soso, Kecamatan Pacet, Selasa (5/1/2021) malam atau dua hari setelah pemakaman jenazah korban. Untuk pemeriksaan forensik, penyidik Satreskrim mendatangkan tim dokter dari RS Bhayangkara Pusdik Sabhara Porong.

“Kami melakukan gali kubur kemudian melaksanakan autopsi jenazah di daerah Pacet untuk mengetahui penyebab meninggalnya saudara Nanda,” kata Kasat Reskrim Polres Mojokerto AKP Rifaldhy Hangga Putra kepada wartawan di kantornya, Jalan Gajah Mada, Kecamatan Mojosari, Jumat (8/1/2021).

Rifaldhy menerangkan, hasil autopsi sudah dikantongi  penyidik. Namun pihaknya belum bisa menyampaikannya ke publik.

“Sudah ada (hasil otopsi), tapi belum bisa disampaikan. Kami masih melakukan penyelidikan dan memeriksa beberapa saksi dari teman kerja korban,” ujarnya.

Salah satu orang yang mengetahui kepergian Nanda sebelum mengalami luka serius dan dirawat intensif di rumah sakit hingga meninggal dunia yakni GT. Kepada orang tua korban, GT melihat pemuda alumni sekolah perhotelan di Madiun itu pergi bersama bosnya, GM dan tiga orang lain. (Baca: Pegawai Kafe di Pacet Meninggal Misterius).

Sementara orang tua korban mengizinkan polisi membongkar makam anaknya karena ingin mengetahui penyebab kematian Nanda yang menyisakan banyak kejanggalan. Proses pembongkaran makam dan autopsi berlangsung pukul 22.00 WIB sampai 01.00 dini hari.

“Setelah itu jenazah anak saya sudah dimakamkan lagi sampai jam 02.30 WIB,” tutur ibu korban, Wiwik Nur Astutik (37). (im)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here