Kasat Reskrim Polres Mojokerto AKP Rifaldhy Hangga Putra.

IM.com – Penyebab tewasnya pegawai kafe di Pacet, Kabupaten Mojokerto, Ananda Putra Wiyanto (18), disimpulkan akibat mengalami kekerasan di bagian kepala belakang. Pukulan keras di bagian kepala belakang itu menyebabkan tengkorak korban korban retak dan pembuluh darah otaknya pecah.

Kesimpulan itu diperoleh dari hasil autopsi luar dan dalam jenazah korban yang akrab disapa Nanda. Berdasar hal itu juga, polisi menyimpulkan korban hanya dipukul satu kali.

“Korban mengalami kekerasan dengan benda tumpul satu kali di kepala bagian belakang,” kata Kasat Reskrim Polres Mojokerto AKP Rifaldhy Hangga Putra kepada wartawan di kantornya, Selasa (12/1/2021).

Rifaldhy tidak menyebutkan, jenis benda tumpul apa yang digunakan pelaku untuk memukul kepala korban. Hanya, luka luar yang diderita korban akibat pukulan itu terbilang kecil.


“Lukanya kecil tapi karena pukulannya keras, menyebabkan tengkoraknya retak, saraf pembuluh darah (otak) pecah hingga mengalami pendarahan,” ujarnya.

Penyidik masih mendalami identitas pelaku pemukulan. Penyelidikan dilakukan dengan memeriksa saksi dan penelusuran rute perjalanan korban dari cafe tempatnya bekerja di Pacet ke Kecamatan Ngoro.

“Sudah ada tujuh saksi yang diperiksa, dari teman-teman korban dan rekan kerjanya. Kami juga melakukan penyelidikan di lapangan, dan memeriksa saksi di rute perjalanan korban,” ungkap Kasat Reskrim Polres Mojokerto AKP Rifaldhy Hangga Putra.

Sebelumnya diberitakan, korban Ananda Putra Wiyanto pamit ke orang tuanya melalui pesan whatsapp bahwa dia tidak pulang seusai kerja untuk ikut bosnya GM, pada Sabtu (26/12/2020) malam. Selain Nanda ada beberapa orang lain yang turut serta di dalam mobil menuju Kecamatan Ngoro.

Esoknya, Minggu (26/12/2020) sekitar pukul 10.00 WIB, Nanda kembali mengirim pesan ke orang tuanya untuk pamit berangkat kerja. Namun pada siang harinya, orang tua korban menerima kabar buruk dari GM melalui pesan WA.

“Jam 1 siang, dapat WA dari GM katanya anak saya dirawat di RSUD Sidoarjo,” ucap ibu korban, Wiwik Nur Astutik (37). (Baca: Pegawai Kafe di Pacet Meninggal Misterius).

Setelah sepekan dirawat di rumah sakit dalam keadaan koma, Nanda akhirnya menghembuskan nafas terakhir pada Minggu (3/1/2021) sekitar pukul 13.00 WIB. Jenazahnya dimakamkan di tempat pemakaman umum Dusun Soso pukul 16.00 WIB.

“Katanya dokter saraf terlambat ditangani, darahnya sampai membeku di otak,” ujarnya.

Pihak keluarga sempat bertanya kepada perawat RS Darma Husada Ngoro yang menangani dan menjahit luka di kepala Nanda. Karena saat itu, korban masih dalam kondisi sadar. (Baca juga: Ini Kejanggalan Tewasnya Pegawai Kafe di Pacet).

“Perawat itu bilang Nanda sempat bergurau, bahkan saat ditanya penyebab lukanya, dia menjawab akibat jatuh di selokan. Tetapi kemudian perawatnya bercanda kalau habis dipukul, Nanda langsung ketawa bilang tahu aja perawat,” ujar Wiwik.

Karena mencurigai sejumlah kejanggalan dari kematian anaknya, Wiwik pun melaporkan peristiwa ini ke polisi pada Senin (4/1/2021). Hari berikutnya, polisi dibantu tim forensifk dari Bhayangkara Pusdik Sabhara Porong melakukan pembongkaran makam untuk mengautopsi jenazah korban. (Baca: Polisi Bongkar Makam Pegawai Kafe di Pacet, Bagaimana Hasil Autopsinya?).

“Saya sempat dua tanya GM, katanya karena kecelakaan, tapi dia tidak menjelaskan bagaimana kejadiannya. Dia bilang kalau mau jelasnya nunggu Nanda sadar. Besoknya saya tanya lagi lewat telepon, GM bilang Nanda dipukul dua orang, tapi dia ngaku tidak tahu pelakunya,” ungkap Wiwik. (im)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here