Hingga Sabtu (27/3/2021) sore, upaya Tim SAR gabungan mencari M.Safi'i (24), warga Dusun/ Desa Kalen, Kecamatan Dlanggu, Mojokerto, yang tenggelam dan hanyut di Sungai Pikatan, Jatirejo, Jumat (26/3/2021) kemarin belum membuahkan hasil.

IM.com – Upaya pencarian korban yang tenggelam di Sungai Pikatan, Dusun Kedungrupit, Desa Sumengko, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto, hingga Sabtu (27/3/2021) sore belum membuahkan hasil. Medan yang curam dan kedalaman sungai dengan arus yang deras menyulitkan tim pencari korban M.Safi’i (24).

SAR gabungan dari Basarnas Surabaya, BPBD Kabupaten Mojokerto dan potensi relawan telah membentuk lima SRU (Search and Rescue Unit) terdiri untuk mencari korban. Sekitar 50 orang dalam SRU melakukan penyusuran melalui air dan darat.

“Radius pencarian sudah diperluas dari lokasi kejadian korban tenggelam sampai Pintu Air Penewon sekitar 3,5 kilometer,” kata Koordinator Lapangan (Korlap) Basarnas Surabaya, Ainul Mukhdin di lokasi kejadian, Sabtu (27/3/2021).

Ainul menyebutkan, kedalaman sungai di titik lokasi kejadian sekitar empat meter sampai tujuh meter yang berbentuk seperti cekungan di bawah Sungai Pikatan. ia mengaku, pencarian korban sempat terkendala debit arus sungai yang dan kondisi medan curam banyak batu-batu cadas kali.


“Juga karena banyak tumpukan ranting dan pohon serta air berwarna keruh sehingga minim jarak pandang ke dalam sungai,” ujarnya.

Karena belum ditemukan hingga Sabtu sore, Tim SAR menghentikan sementara pencarian sekitar pukul 16.30 WIB. Pencarian akan dilanjutkan Minggu (28/3/2021) besok pagi.

M.Safi’i (24), warga Dusun/ Desa Kalen, Kecamatan Dlanggu diduga hanyut terseret arus sungai saat mencari bonsai di Sungai Pikatan pada Jumat (26/3/2021) sekitar pukul 14.00 WIB. Sekitar pukul 15.00 WIB, korban dikabarkan tenggelam dan hanyut terbawa arus sungai.

“Korban berenang mencari bonsai kemungkinan kecapekan terbawa arus sungai dan tenggelam, di samping itu dia juga membawa tas ransel yang berisi peralatan bonsai seperti, pisau gergaji dan lainnya,” ujarnya.

Rekan korban sudah berupaya menolong dengan menarik tali tambang, tetapi gagal karena derasnya arus sungai. Ia pun juga berusaha melompat ke sungai untuk melakukan penyelamatan langsung.

“Korban sempat melambaikan tangan sampai sejauh sekitar 200 meter dari titik lokasi kejadian dan hilang terseret arus sungai,” ucap Ainul. (im)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here