Tim SAR membawa jenazah Safi'i, pemuda pencari bonsai yang tenggelam di Sungai Pikatan, Dusun Kedungrupit, Desa Sumengko, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto, Jumat (26/3/2021) lalu ke rumah duka di Dusun/ Desa Kalen, Kecamatan Dlanggu, Mojokerto, Kamis (1/4/2021) malam.

IM.com – Setelah sepekan, jasad Safi’i (24), korban yang tenggelam di Sungai Pikatan, di Dusun Kedungrupit, Desa Sumengko, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto, Jumat (26/3/2021) lalu, akhirnya ditemukan. Pemuda pencari bonsai itu terseret arus sungai sejauh kira-kira 20 kilometer dan ditemukan di aliran Sungai Brangkal,  Kelurahan Surodinawan Gang 5, Kamis (1/3/20210 malam.

Koordinator Lapangan (Korlap) Basarnas Surabaya, Ainul Mukhdin menjelaskan, semula pihaknya menerima informasi dari masyarakat bahwa ada sesosok jasad yang mengapung hanyut di Dam Penewon, Desa Jambuwok, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. Tim SAR kemudian bergegas ke lokasi untuk memastikan laporan tersebut.

Tim SAR gabungan langsung melakukan penyisiran hingga ke tengah Sungai Brangkal, wilayah Kelurahan Surodinawan, Kota Mojokerto. Di tengah guyuran hujan sekitar pukul 19.30 WIB, tim akhirnya menemukan  sesosok jasad korban yang mengapung di lokasi tersebut.

“Ternyata jasad seorang pria. Jenazah itu kemudian dapat dipastikan adalah pencari bonsai yang hilang terbawa arus di Sungai Pikatan sudah ditemukan setelah pencarian selama tujuh hari,” kata Ainul, Jumat (2/4/2021).

Jasad pemuda asal Dusun/ Desa Kalen, Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto ditemukan dalam kondisi tengkurap dan masih mengenakan pakaian lengkap beserta celana jeans warna biru. Setelah dievakuasi menggunakan perahu karet, jenazah Safi’i langsung dibawa ke RSUD Soekandar Mojosari untuk divisum.

“Setelah divisum, jenazah langsung dibawa ke rumah duka malam itu juga,” ujarnya.

Sebelumnya,korban Safi’i dilaporkan tenggelam saat mencari bonsai bersama temannya Ayyub Zakaria (26) di sekitar Sungai Pikatan, di Dusun Kedungrupit, Desa Sumengko, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto, Jumat (26/3/2021) sekitar pukul 15.00 WIB. Korban terpeleset ketika menyeberangi sungai, meski sudah badannya sudah saling terikat tali dengan rekannya.

Ayuub, teman korban sempat melepaskan tali dan mencoba menolong korban. Namun karena arus sungai yang cukup deras, korban terhanyut dan hilang. (Baca: Pencarian Korban Tenggelam di Sungai Pikatan Terkendala Medan Curam dan Arus Deras).

Tim SAR yang melakukan pencarian sejak hari itu juga tak berhasil menemukan korban. Hingga jasad Safi’i akhirnya berhasil ditemukan usai Tim SAR menerima laporan warga yang secara tak sengaja melihat sesosok jasad mengapung di Dam Penewon, Desa Jambuwok, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Kamis (1/4/2021) malam. (im)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here