Tiga dari empat kandidat Sekretaris Daerah Kota (Sekdakot) Mojokerto, Agung Novi dan Anang di sela proses Seleksi Kompetensi Manajerial dan Kompetensi Sosio Kultural di Ruang Nusantara Pemkot Mojokerto, Selasa (8/6/2021)

IM.com – Kecakapan dan kompetensi tinggi tidak menjamin pejabat yang mencalonkan diri sebagai Sekretaris Daerah Kota Mojokerto dapat menduduki kursi yang diincarnya. Ada kriteria lain yang harus dimiliki sang kandidat agar mendapat kepercayaan Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari untuk memimpin birokrasi pemkot.

Dua syarat khusus itu dibocorkan langsung oleh Walikota Ika Puspitasari usai memantau jalannya Seleksi Kompetensi Manajerial dan Kompetensi Sosio Kultural di Ruang Nusantara Pemkot Mojokerto, Selasa (8/6/2021). Ning Ita, sapaan karibnya, menghendaki Sekdakot yang akan mendampinginya dalam menjalankan roda birokrasi harus sehati dan selaras dengan visi-misinya.

“Saya gak mau dapat yang gak sehati dengan saya. Juga harus sejalan dengan visi-misi saya. Kalau sehati kan enak, rumah tangga akan tentram dan damai,” tegas Ning Ita.

Terkait empat figur kandidat yang sudah mendaftar dan mengikuti seleksi terbuka (selter) calon Sekdakot, Ning Ita menunjukkan kuasanya dengan tidak memberi garansi. Ia tak menutup kemungkinan akan membuka gelombang pendaftaran lain jika hasil seleksi terhadap empat pejabat eselon II tersebut ternyata belum sesuai harapannya.

“Itu (pemilihan Sekdakot) kan hak prerogatif saya. Kkalau memang hasil selter belum ada yang cocok, ya di buka selter lagi, sampai ada yang cocok dengan kriteria saya,” cetus Ning Ita.

Walikota berusia 42 tahun ini mengaku sangat terbuka menampung seluruh pejabat eselon II yang ingin menduduki kursi pejabat nomor 1 di birokrasi Pemkot Mojokerto. Ia bahkan tak segan memberi restu kepada pejabat esselon dua dari eksternal pemkot yang memenuhi kriterianya kalau memang dibutuhkan.

“Saya tidak pernah menampik siapapun yang meminta tanda tangan persetujuan untuk itu. Semua akan saya izinkan asalkan memenuhi persyaratan,” tandasnya.

Adapun untuk proses seleksi, kata Ning Ita, merupakan sebuah mekanisme yang wajib dilakukan untuk mengetahui kecakapan dan kompetensi masing-masing calon. Proses ini, lanjutnya, dibutuhkan untuk membantu meringankan tugas pokok dan fungsinya dalam menjalankan roda pemerintahan.

“Seleksi ini penting untuk menguji kemampuan mereka, nantinya siapa yang terbaik namanya akan disodorkan kepada saya. Dan ini juga menjadi pertimbangan penting bagi saya untuk memilih sosoknya,” turunya.

Wali Kota juga berpesan kepada ke empat calon untuk berlomba-lomba menjadi yang terbaik. Ia juga mengajak para calon untuk introspeksi ke hati masing-masing.

“Mereka harus meraba hatinya masing-masing, apakah selama ini sudah benar-benar bisa sehati dengan saya atau tidak. Karena itu yang menjadi penilaian tertinggi bagi saya,” pungkasnya.

Seperti diketahui, seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) Sekdakot Mojokerto di ikuti oleh empat orang, yakni Kadispora Kota Mojokerto, Novi Rahardjo, Kepala Bappedalitbang, Agung Moeljono Soebagijo. Lalu Kepala Diskominfo, Gaguk Tri Prasetyo dan Staf Ahli Bidang Pemerintahan Hukum dan Politik, Anang Fahruroji. (Baca: Ini Rekam Jejak 4 Calon Sekdakot Mojokerto, Siapa Paling Berpeluang?).

Hari ini, keempat calon menjalani Seleksi Kompetensi Manajerial dan Kompetensi Sosio Kultural. Setelah itu, para kandidat  mengikuti seleksi kompetensi teknis (pembuatan dan persentasi makalah serta wawancara) pada 10 Juni 2021 yang hasil keseluruhan tahapan akan diumumkan pada Senin (14/6/2021). (im)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here