Sempat pejabat mendaftar seleksi calon Sekretaris Daerah Kota Mojokerto. Dari kiri: Agung Moeljono, Novi Rahardjo, Anang Fahrurozi dan Gaguk Tri Prasetyo.

IM.com – Empat pejabat bersaing memperebutkan kursi panas Sekretaris Daerah Kota Mojokerto. Persaingan bakal ketat karena masing-masing memiliki rekam jejak mentereng dan pengalaman birokrasi yang mumpuni.

Keempat pejabat yang sudah terdaftar hingga hari terakhir pendaftaran calon Sekdakot yakni Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Gaguk Tri Prasetyo dan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Penelitian dan Pengembangan (Bappedalitbang) Agung Moeljono. Lalu Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Novi Rahardjo serta Staf Ahli Pemerintahan, Politik dan Hukum Anang Fahrurozi.

Jika pemilihan Sekdakot lebih mengacu pada rekam jejak jabatan di birokrasi, maka nama terakhir yang disebutkan tadi hampir dipastikan bakal memenangkan persaingan. Sebab, Anang Fahrurozi tercatat memiliki deretan karir terpanjang dibanding tiga kompetitornya.

Calon lain, Gaguk Tri Prasetyo sesungguhnya juga memiliki rekam jejak karir yang tak kalah mentereng. Pria kelahiran Nganjuk 53 tahun silam ini memulai karir PNS melalui jalur pendidikan ikatan dinas di Sekolah Tinggi Transportasi Darat tahun 1989-1992.


Setelah lulus, Gaguk langsung bertugas di Ditjen Perhubungan Darat Kemenhub. Dia baru memulai karir di Kota Mojokerto tahun 1997 dan ditugaskan di Dinas LLAJ.

Sejak itu, perjalanan karirnya berlanjut di lingkungan Pemkot Mojokerto, dari Dinas Pendidikan, Perijinan, Dinas Perhubungan sampai sekarang menjabat Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika. Ia bahkan dipercaya Walikota Ika Puspitasari untuk merangkap jabatan sebagai Kepala DPMPTSP Naker dan menjadi juru bicara Satgas Covid-19 Kota Mojokerto.

Kandidat yang diprediksi bakal memberikan persaingan ketat adalah Agung Moeljono.  Kepala Bappeko itu disebut-sebut akan beradu sengit dengan Gaguk, dua pejabat yang dekat dengan Ning Ita, sapaan karib Walikota Mojokerto

Kandidat terakhir, Novi Rahardjo yang tercatat sebagai calon termuda juga masih layak diperhitungkan. Meski memiliki rekam jejak lebih pendek dibanding pendaftar lain, karirnya bisa dibilang cukup melejit.

Memulai karir PNS sebagai staf pada 2001, Novi langsung bisa menduduki posisi Kasubbag Perlengkapan tujuh tahun berikutnya. Lima tahun kemudian, pejabat kelahiran Jombang 43 tahun silam ini sudah dipercaya sebagai Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD).

Pada 2016-2017, perjalanan karir Novi berikutnya bolak-balik dari kursi Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata ke Dinas Pendidikan. Lalu kembali menjabat Kepala Disparpora sampai sekarang dan memutuskan bersaing merebut kursi orang nomor satu di jajaran birokrasi Pemkot Mojokerto.

Namun seleksi Sekdakot tidak hanya dinilai dari karir dan pengalaman panjang di birokrasi, sehingga setiap kandidat dengan kelebihan masing-masing punya peluang yang nyaris sama. Kepiawaian pejabat dalam mengelola birokrasi dan kecakapan komunikasi publik maupun politik juga menjadi pertimbangan penting.

Selaku birokrat nomor satu di jajaran pemerintahan daerah, jabatan Sekda memegang kendali dalam setiap keputusan-keputusan strategis birokrasi. Nilai itu ditambah dengan kelihaian Sekdakot yang dapat menyokong kepentingan politik incumbent di Pilkada Kota Mojokerto 2024.

Tahap pemilihan Sekda Kota Mojokerto telah memasuki seleksi administrasi pada Rabu (2/6/2021). Pejabat yang lolos tahapan tersebut, akan menjalani tes kompetensi manajerial dan sosio kultural (Assesment Center) pada 8 Juni 2021.

Terakhir, calon Sekdakot akan mengikuti seleksi kompetensi teknis pada pada 10 Juni. Tahapan ini mensyaratkan para kandidat membuat makalah dan mempresentasikannya sekaligus menjalani wawancara yang dilakukan pantia seleksi.

Hasil akhir seleksi akan diumumkan pada 14 Juni 2021. Pada hari yang sama, panitia akan mengumumkan kandidat yang terpilih sebagai Sekdakot. (im)

Berikut rekam jejak karir 4 kandidat Sekda Kota Mojokerto:

  1. Anang Fahrurozi, S.Sos, M.Si

Lahir : Mojokerto, 7 Agustus 1967

Riwayat Pekerjaan :

  • Staf Humas (1992-1997)
  • Staf Dinas Perhubungan (1997-1998)
  • DPU Cipta Karya (1998-2001)
  • Gunung Gedangan (2001-2010)
  • Kabid Ekonomi BPM (2010-2012)
  • Kepala KBPP (2012)
  • Kepala Dinas Lingkungan Hidup (2013)
  • Kepala Dinas Sosial (2013-2014)
  • Staf Ahli SDM (2014-2015)
  • Kepala Badan Kesbangpol (2016-2020)
  • Staf Ahli Pemerintahan, Politik dan hukum (2020-sekarang)
  1. Agung Moeljono Soebagijo

Lahir:

Riwayat karir:

  • Staf Bagian Hukum dan Perundang-undangan Setda (1994)
  • Kasubbag Bantuan Hukum pada Bagian Hukum dan Perundang-undangan (1998)
  • Kabag Hukum dan Perundang-undangan (2008)
  • Kabag Administrasi Pembangunan (2011)
  • Kabag Administrasi Perekonomian
  • Kepala Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (2014)
  • Kepala Badan Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (2016)
  • Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Kota (2019-sekarang)
  1. Gaguk Tri Prasetyo

Nganjuk, 6 Maret 1968

Riwayat karir PNS :

  • Staf Direktorat Jenderal Darat Kemenhub (1992)
  • Staf Kantor Wilayah Perhubungan Jawa Timur (1993 – 1997)
  • Kepala Dinas LLAJ Kota Mojokerto
  • Kepala Dinas Pendidikan
  • Kepala Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu
  • Kepala Badan KB dan Pemberdayaan Perempuan
  • Kepala Dishubkominfo
  • Kepala Dinas Perhubungan
  • Kepala Diskominfo merangkap Plt Kepala DPMPTSP Naker
  1. Novi Rahardjo

Lahir: Jombang 23 November 1978

  • Staf (2001)
  • Kasubbag Perlengkapan (2008)
  • Kasubbag Rumah Tangga (2008)
  • Kabid Pengadaan, Pemberhentian dan Mutasi Pegawai
  • Sekretaris Kantor Pelayanan Perijinan
  • Kepala Kantor Pelayanan Perijinan
  • Kepala BKD (2013)
  • Staf Ahli Walikota Bidang Ekonomi dan Keuangan (2014)
  • Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (2016)
  • Kepala Dinas Pendidikan (2017)
  • Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (2018)
  • Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (2020-sekarang)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here