Edi Susanto (39) (foto kanan), pelaku pembunuhan Rizki Ardianto (27) akhirnya diringkus polisi lewat proses penangkapan yang berlangsung dramatis di kebun tebu, Dusun Botok Palung, Desa Temon, Kecamatan Trowulan, Mojokerto, Jumat (27/8/2021)

IM.com – Tim Resmob Satreskrim Polres Mojokerto berhasil membekuk pelaku pembunuhan Rizki Ardianto (27). Tersangka Edi Susanto (39) ditangkap di ladang tebu, tak jauh dari lokasi pembunuhan, tepatnya di Dusun Botok Palung, Desa Temon, Kecamatan Trowulan, Jumat (27/8/2021).

Penangkapan berlangsung dramatis sekitar pukul 13.00 WIB. Melalui video yang beredar di media sosial bisa dilihat pelaku mencoba kabur ke kebun tebu saat petugas dibantu warga akan melakukan penyergapan di tempat persembunyiannya yang tak jauh dari lokasi pembunuhan.

Polisi bahkan sempat mengeluarkan tembakan peringatan ke udara. Setelah melalui aksi kejaran-kejaran, petugas akhirnya berhasil membekuk dan menggiring pelaku asal Desa Wonorejo, Kecamatan Trowulan ke Mapolsek setempat.

Belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait penangkapan ini. Kapolsek Trowulan Kompol Imam Mahmudi yang dikonfirmasi meminta wartawan bertanya langsung ke Kasat Reskrim Polres Mojokerto AKP Tiksnarto Andaru Rahutomo.


Sebelumnya diberitakan, Rizki Apdianto (27) yang bekerja di warung sate di pinggir jalan Dusun Kraton, Desa Temon, Kecamatan Trowulan, Mojokerto menjadi korban penusukan yang dilakukan orang tak dikenal. Korban sempat berlari dari kebun bambu (barongan) di belakang rumah warga dan berteriak minta tolong dalam kondisi tubuh bersimbah darah sekitar pukul 14.45 WIB.

Warga di sekitar lokasi pembunuhan pemuda asal Jombang, Yuni (45) mengatakan, mendengar teriakan minta tolong dari luar rumah. Namun dirinya tidak langsung keluar.

“Tapi saya tidak langsung keluar, setelah warga berbondong-bondong melihat akhirnya saya keluar dan mengetahui korban sudah tergelatak,” katanya. (Baca:

Sayangnya, korban tersungkur di depan rumah warga sebelum orang-orang berdatangan. Pemuda asal Dusun Bandaran, Desa Mancilan, Kecamatan Mojoagung, Jombang itu akhirnya akhirnya menghembuskan nafas terakhir di tempat itu.

Warga yang baru tiba di lokasi tidak berani menyentuh jasad korban karena terdapat luka tusuk pada bagian dada dan perut. Kemudian warga melaporkan kejadian itu ke Polsek Trowulan.

Kasat Reskrim Polres Mojokerto AKP Tiksno Andaru Rahutomo menjelaskan, hasil autopsi menunjukkan bahwa nyawa korban melayang korban akibat luka tusuk di dada kiri hingga tembus ke paru dan jantung. Salah satu organ vital tersebut mengalami pendarahan hebat akibat tikaman pelaku. (Baca: Pelaku Pembunuhan Pekerja Warung Sate Ternyata Residivis Curanmor).

“Hanya satu tusukan, tapi cukup mematikan. Ada pendarahan di jantung,” ucap Andaru. (im)

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here